Berita Terkini
Internasional

Salat Jumat Perdana di Hagia Sophia, Mengakhiri Kerinduan Selama 86 Tahun

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 25 Juli 2020 05:09 WIB · 1 menit baca
Salat Jumat Perdana di Hagia Sophia, Mengakhiri Kerinduan Selama 86 Tahun
Ilustrasi: Suasana di dalam Hagia Sophia, Turki, pada Jumat (10/7), di hari terkahir tempat itu menjadi museum. (OZAN KOSE/AFP)

PUBLIKSATU - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Bangunan yang sama-sama dihormati oleh umat Kristen dan Islam selama 1.500 tahun itu kembali dipadati ribuan warga Turki untuk menunaikan salat Jumat perdana.

Kerumunan orang ada di pos-pos pemeriksaan yang mengelilingi jantung bersejarah Istanbul, tempat ribuan polisi menjaga keamanan. Saat memasuki area aman, para jamaah yang memakai masker duduk di atas sajadah di Alun-Alun Sultanahmet.

“Kami mengakhiri kerinduan selama 86 tahun hari ini,” kata seorang Muslim bernama Sait Colak, merujuk pada hampir sembilan dekade sejak Hagia Sophia dinyatakan sebagai museum dan tidak lagi menjadi tempat ibadah.

“Terima kasih kepada presiden kita dan keputusan pengadilan hari ini kita akan mengadakan shalat Jumat di Hagia Sophia.”

Sebelumnya, Mahkamah Agung Turki mengumumkan bulan ini membatalkan status Hagia Sophia sebagai museum.

Atas keputusan tersebut, Erdogan segera mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid. Bangunan tersebut merupakan katedral Bizantium Kristen selama 900 tahun sebelum direbut oleh Ottoman dan berfungsi sebagai masjid hingga 1934.

Presiden Erdogan dijadwalkan untuk menghadiri salat Jumat tidak lama setelah pukul 13.00 waktu setempat (sekitar 17.00 WIB) bersama beberapa ratus undangan, untuk upacara pembukaan di Hagia Sophia.