Covid-19 Dapat Menimbulkan Risiko Tinggi Bagi Penderita Diabetes

PUBLIKSATU - Angka kematian karena diabetes di AS telah meningkat sejak 2009 dan melampaui sebagian besar negara industri lainnya. Kini, angka itu diperburuk dengan munculnya pandemik Covid-19 di negara itu.
Devon Brumfield dapat mendengar suara ayahnya terengah-engah di telepon. Ia tahu sang ayah Darrell Cager Sr (64) menderita diabetes, jadi saat itu ia mendesak ayahnya untuk segera mencari perawatan. Hari berikutnya, dia pingsan dan meninggal di rumahnya di New Orleans.
Brumfield segera mengetahui penyebabnya: gangguan pernapasan akut dari Covid-19. Sertifikat kematiannya mencatat diabetes sebagai kondisi yang mendasarinya. Brumfield, yang tinggal di Texas yang juga menderita diabetes tipe 2, mengalami ketakutan dan berpikir dia bisa menjadi yang berikutnya.
"Saya berpikir, Tuhan, ini bisa terjadi pada saya," katanya tentang kematian ayahnya pada akhir Maret, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/7).
Dia punya alasan kuat untuk takut. Ketika wabah AS melonjak, sebuah studi pemerintah baru menunjukkan bahwa hampir 40 persen orang yang meninggal dengan Covid-19 menderita diabetes.
Para ahli berpikir bahwa diabetes menyebabkan tekanan pada jantung dan organ lainnya, sehingga berisiko meningkatkan mematian pasien Covid-19. Di antara kematian mereka yang berusia di bawah 65 tahun setengahnya memiliki kondisi kronis.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menganalisis lebih dari 10 ribu kematian di 15 negara bagian dan Kota New York dari Februari hingga Mei.