Berita Terkini
Olahraga

Bahlil Lahadalia Bakal Permudah Investor

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 27 Juli 2020 00:28 WIB · 2 menit baca
Bahlil Lahadalia Bakal Permudah Investor
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Dok JawaPos.com)

PUBLIKSATU – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, nilai realisasi investasi di kuartal II-2020 sebesar Rp 191,9 triliun. Rinciannya, sebesar Rp 94,3 triliun merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sementara sebesar Rp 97,6 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 97,6 triliun.

Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, total nilai investasi di kuartal II-2020 turun sebesar 4,3 persen. Realisasi PMA turun lebih dalam, yakni sebesar 6,9 persen. Sementara jika dibandingkan kuartal I-2020, realisasi investasi di kuartal II-2020 turun hingga 8,9 persen. PMDN tercatat anjlok hingga 16,4 persen.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui, pencapaian realisasi investasi di kuartal II-2020 di bawah target yang ditetapkan yakni di atas Rp 200 triliun. Tidak tercapainya target realisasi investasi di kuartal II ini disebabkan karena pandemi Covid-19.

Menurutnya, penurunan realisasi investasi asing disebabkan ekonomi global yang sedang lesu akibat dampak wabah virus Covid-19 bukan karena investor asing tidak percaya dengan Indonesia. Untuk mencapai target tahun ini, Bahlil mengatakan, BKPM akan terus mengejar investor yang telah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Indonesia.

Bahlil mengatakan BKPM akan fokus membantu investor mengurus berbagai hal yang dibutuhkan seperti perizinan dari daerah hingga pusat. Asalkan, investor tersebut benar-benar serius menanamkan modal di Indonesia. “Investor yang bawa modal, bawa teknologi, izinnya kami bantu. Contoh di Kawasan Industri Batang. Kami bikin tanahnya murah, izinnya cepat,” ujarnya dalam Konferensi Pers Virtual, beberapa waktu lalu.

Bahlil menuturkan, pihaknya saat ini proaktif mengejar investor yang telah menyatakan komitmennya dan berkomunikasi dengan mereka untuk mengetahui hambatan yang dihadapi investor. Saat ini, BKPM telah memiliki Tim Mawar, tim khusus yang dibentuk secara khusus untuk menggaet investor. “Tim Mawar mengikuti per hari, menanyakan tiap hari ke investor dan meyakinkan mereka,” ucapnya.

BKPM juga akan memfasilitasi permintaan investor jika mereka serius merealisasikan komitmennya. Terkait insentif fiskal, misalnya, investor baik yang baru mau datang maupun yang sudah datang sering menanyakan mengenai insentif pajak ke BKPM.