Perkiraan BIN Akurat Tanda Pemerintah Memang Tidak Punya Prioritas Tangani Corona

PUBLIKSATU - Prediksi Badan Intelijen Negara (BIN) tentang data virus corona yang akurat menjadi bukti ada yang salah dari penanganan corona selama ini.
Pada April 2020, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo telah menyampaikan bahwa BIN memprediksi jumlah positif corona mencapai 100 ribu pasien. Menurutnya, data itu akurat jika pencegahan yang dilakukan tidak sigap.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengurai bahwa sejak awal pola atau metode pencegahan pemerintah terhadap virus corona atau Covid-19 justru membuat panjang pandemik.
“Pengalihan tugas penanganan corona justru membuat skema penghentian wabah harus kembali beradaptasi dan itu tentu memerlukan waktu,” ujarnya dilansir dari Kantor Berita politik RMOL, Selasa (28/7).
Selain itu, kata Dedi, prediksi yang akurat dari BIN ini membuktikan bahwa sejak awal pemerintah memang tidak miliki prioritas dalam menangani wabah. Hal tersebut terlihat ketika pemerintah justru berharap berdamai dengan pandemik, sehingga membuat penyebaran corona tak kunjung berhenti.
Seharusnya, sambung Dedi, presiden belajar dari negara-negara tetangga yang terbilang berhasil menangani corona.
“Tidak harus melihat negara paling sukses, setidaknya lihat Malaysia yang sebaran dan kultur masyarakatnya setara, mereka lebih siap karena memprioritaskan penanganan pandemi,” tegas Dedi.