Politisi PKS Puji Karier Politik Puan Maharani
Bagikan

PUBLIKSATU - Dinasti politik sudah menjadi hal umum yang tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga negara lain. Namun sayang, nuansa dinasti politik yang belakangan terasa dalam majunya Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Afif Nasution pada Pilkada 2020 tidak dipersiapkan dengan matang.
“(Dinasti) ini buruk buat demokrasi. Ini bagian dari residu demokrasi. Benar, negara-negara lain juga ada praktik kayak dinasti politik, tapi kalau dipetakan lebih jauh, setidaknya ada dua jenis,” ujar anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera dalam diskusi forum legislasi bertema UU Pilkada dan Kekhawatiran Menguatnya Dinasti Politik di media center DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7).
Seperti di Amerika Serikat, ia mengatakan bahwa ada dinasti politik yang sudah dipersiapkan sejak dari bawah melalui kaderisasi. Contohnya pada dinasti George Herbert Walker Bush. Video Player is loading. This is a modal window. The media could not be loaded, either because the server or network failed or because the format is not supported.
“Kalau skala di Amerika khususnya polanya mentorship. Jadi memang mereka dari bawah, kayak Bush Senior, George Bush Junior, masing-masing bekerja dari bawah, sehingga bapaknya mementor anaknya, mengikuti carrier pad yang baik,” ujarnya.
Ketua DPP PKS ini kemudian menyinggung karier Ketua DPR RI saat ini, Puan Maharani yang tak lain merupakan anak Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Saya agak puji Mbak Puan, sebelum ketua DPR kan ketua pemenangan Bappilu, kemudian maju DPR kemudian maju Menko (PMK) kemudian carrier pad-nya ada,” katanya.
Secara tersirat, seakan-akan menyindir majunya Gibran yang belum pernah masuk dalam struktur organisasi partai. Namun dengan mulusnya bisa menyingkirkan kader senior PDI Perjuangan, Achmad Purnomo secara instan.