Berita Terkini
Olahraga

Maurizio Sarri Curhat, Utamakan Scudetto Ketimbang Istri

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 29 Juli 2020 16:13 WIB · 2 menit baca
Maurizio Sarri Curhat, Utamakan Scudetto Ketimbang Istri
Pelatih Juventus Maurizio Sarri akhirnya mendapatkan scudetto pertamanya. (ofisial Juventus)

PUBLIKSATU, BOLA – Kegagalan memenangi Supercoppa Italiana dan Coppa Italia tidak diulang Maurizio Sarri di Serie A. Tidak hanya membawa Juve memenangkan scudetto kesembilan, Sarri juga memenangkan titel Serie A kali pertama selama tiga dekade karirnya.

Allenatore berusia 61 tahun itu seketika berlari ke ruang ganti setelah wasit Francesco Forneau meniup peluit panjang di Allianz Stadium kemarin (27/7). Sarri meninggalkan anak asuhnya yang larut dalam euforia merayakan scudetto setelah menang dua gol tanpa balas.

Tutto Juve menyebutkan, pelatih asli Naples itu ingin cepat-cepat masuk ke ruang ganti lantaran ingin menyedot cerutu. Bagi Sarri, itulah caranya menenangkan pikiran yang sudah lelah setelah 11 bulan menjalani tekanan sebagai nakhoda La Vecchia Signora alias Nyonya Tua, julukan Juve.

Saat diwawancarai Sky Italia, Sarri berkelit bahwa dirinya berlari meninggalkan lapangan lebih awal karena tak mau diguyur seember air oleh Giorgio Chiellini dkk. Akan tetapi, di ruang ganti, dia tetap menjadi ’’korban’’ anak asuhnya. Bukan diguyur seember air, melainkan disemprot krim.

Pada akhirnya, Sarri tertangkap kamera mengisap cerutu di ruang ganti. Kebiasaan yang sebenarnya dia kurangi setelah ambruk gara-gara pneumonia sesudah sebulan di Continassa, markas latihan Juve. Portiere Juve Wojciech Szczesny yang didepak Arsene Wenger lantaran suka merokok di ruang ganti Arsenal turut memberikan hadiah untuk Mister 33, julukan Sarri. Apa lagi hadiahnya kalau bukan cerutu.

’’Terimalah ini (cerutu). Anda layak mendapatkannya,’’ ucap Woja –sapaan akrab Wojciech Szczesny– kepada Sarri.

Bek Juve Leonardo Bonucci memberikan testimoni bahwa perjalanan Juve meraih scudetto musim ini adalah yang paling sulit selama dirinya berkostum Nyonya Tua (2010–2017 dan 2018–sekarang). Khususnya dalam memahami filosofi permainan Sarri yang biasa disebut dengan Sarrismo atau Sarri-ball.