Berita Terkini
Internasional

Ambil Berita di Media Australia Bakal Dikenakan Ongkos

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 3 Agustus 2020 01:44 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Ambil Berita di Media Australia Bakal Dikenakan Ongkos

PUBLIKSATU ‒ Pemerintah Australia bakal menerapkan kebijakan ongkos bagi perusahaan teknologi yang menggunakan berita dari media Australia. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menyelamatkan keberadaan perusahaan media nasional.

Rencana tersebut langsung diprotes Google dan Facebook.

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengatakan, rancangan kode etik terkait konten berita itu bakal dibahas parlemen setelah melalui proses konsultasi. Menurut dia, kebijakan yang dirancang lembaga persaingan usaha Australia tersebut perlu diterapkan agar perusahaan media nasional mendapat perlakuan adil.

”Masa depan media Australia dipertaruhkan di sini. Saya yakin isu ini juga akan dibahas di negara-negara lain,” ungkapnya kepada BBC, Jumat (31/7).

Belakangan banyak media yang harus merampingkan diri atau gulung tikar karena penurunan keuntungan. Sementara itu, perusahaan penyedia platform di internet seperti Google dan Facebook sering menampilkan karya media Australia tanpa membagi hasil pendapatan.

”Ini adalah momen bersejarah untuk mengakhiri praktik perusahaan teknologi yang mengambil untung tanpa bekerja,” ungkap Pemimpin News Corp Australia Michael Miller.

Frydenberg menjelaskan, perusahaan seperti Google dan Facebook harus membayar setiap berita yang mereka ambil dari kantor berita Australia. Namun, pemerintah belum menyebutkan berapa kira-kira ongkos yang harus dibayar. Mereka hanya menyebutkan sanksi bagi perusahaan yang tidak menuruti kode etik itu bisa mencapai AUD 10 juta (Rp 105 miliar) atau 10 persen dari total omzet lokal.

Bagikan