Berita Terkini
Nasional

Laju Ekonomi Anjlok 5,32 Persen, Menko Perekonomian: Kita Tidak Sedalam Yang Lain

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Rabu, 5 Agustus 2020 23:36 WIB · 2 menit baca
Laju Ekonomi Anjlok 5,32 Persen, Menko Perekonomian: Kita Tidak Sedalam Yang Lain

PUBLIKSATU - Dampak negatif dari pandemik Covid-19 pada sektor ekonomi cukup terasa. Tidak hanya dalam sektor belanja rumah tangga saja, tapi turut dirasakan pada korporasi.

Begitu tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa media secara virtual, Rabu (5/8).

“Kami dapat menyampaikan bahwa memang pandemik Covid-19 sesuai dengan apa yang terjadi di berbagai negara. Dampaknya luas di 213 negara tidak terkecuali Indonesia,” ujar Airlangga.

Sementara menanggapi rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut laju ekonomi pada kuartal kedua atau triwulan kedua anjlok di angka minus 5,32 persen, Airlangga menilai bahwa angka itu masih lebih baik dibanding negara lain.

“Amerika Serikat sendiri di kuartal II (Q2) minus 9,5 persen. China sudah positif tapi di kuartal I (QI) dia minus 6,8 persen. Jadi pertaruhannya bagaimana kita di kuartal ketiga (Q3) terjadi recovery atau pembalikkan, karena ini adalah survei bulan April, Mei, dan Juni. Memang pada Maret dan April adalah puncak dari pandemik Covid-19, terutama dari segi perekonomian,” ujarnya.

Dia menyebutkan di negara-negara Uni Eropa mengalami penurunan ekonomi lebih dalam dibandingkan Indonesia. Dari minus 3,1 persen di kuartal I (QI) menjadi minus 15 di kuartal kedua (Q2). Perancis tercatat minus 19 persen, Singapura minus 12 persen bahkan di Meksiko minus 18,9 persen.

“Jadi antara peer country kita tidak sedalam yang lain. Namun kita berharap ada efek perbaikan daripada perekonomian global melalui, baik China maupun negara lain yang recover lebih dahulu,” katanya.