PDIP Instruksikan Kadernya Ikut Seleksi PKH, Nasrul Zaman: Mereka Seperti Hendak Mengelola Setiap Bentuk Anggaran Rakyat

PUBLIKSATU - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai telah berlaku semena-mena saat menginstruksikan kader-kadernya ikut dalam seleksi koordinator Program Keluarga Harapan (PKH). Tindakan ini menjadi contoh buruk dalam iklim berdemokrasi.
Dikatakan pemerhati kebijakan publik, Nasrul Zaman, PDIP bertindak melampaui tugas dan tujuan partai politik.
Pengurus PDIP, kata Nasrul, masuk terlalu dalam ke hal-hal kecil yang berada di luar kewenangan mereka.
“Instruksi itu menunjukkan kerakusan PDIP. Mereka seperti hendak mengelola setiap bentuk anggaran rakyat,” kata Nasrul, Selasa (4/8), dilansir dari Kantor Berita RMOL.
Nasrul mengingatkan, PKH adalah program pemerintah. Program ini dijalankan menggunakan uang rakyat. Penerima bantuan PKH, yang berjumlah puluhan juta, adalah warga negara Indonesia. Rakyat, kata Nasrul, tidak semua memilih PDIP.
Lanjut Nasrul, PDIP seharusnya membangun dan mendorong program pemerintah impartial dari parpol. Misalnya mendorong Menteri Sosial untuk melarang anggota partai politik apapun menjadi bagian pengelola PKH di daerah. Bukan sebaliknya.
Menurut Nasrul, setiap kader PDIP yang akan mengikuti seleksi akan mendapatkan katebelece.