Syahrial Nasution: Sri Mulyani Sudah Lupa Profesionalitas Atau Punya Agenda Ikut Kontestasi 2024?

PUBLIKSATU - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terpuruk pada triwiluan II 2020 turut dikomentari politisi Partai Demokrat Syahrial Nasution.
Dalam akun Twitter pribadinya, @syahrial_nst, Syahrial menilai pertumbuhan ekonomi RI yang minus 5,32 persen merupakan dampak dari penanganan pandemik virus corona baru (Covid-19) yang bobrok dilakukan pemerintah.
"Kepincangan ekonomi dampak dari wabah Covid-19 tengah menuju kelumpuhan. Dampak dari pola penanganan, jadi corak pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," cuitnya pada Kamis (6/8).
Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat ini juga mengatakan, tim ekonomi Presiden Joko Widodo hanya terus berkutat pada besaran jumlah anggaran yang diprioritaskan di dalam APBN. Tapi di sisi yang lain abai terhadap kecepatan dan ketepatan dari penggunaannya untuk seluruh aspek kehidupan.
"Indonesia menuju bulan keenam masa tidak pasti dampak Covid-19 terhadap ekonomi nasional. Kerangka capaian dasar isu kesehatan tidak terukur terhadap bidang sosial, keuangan, dan ekonomi Indonesia secara umum," tuturnya.
"Di akhir bulan kelima sejak Jokowi umumkan resmi Covid-19 masuk Indonesia awal Maret lalu, angka penularan tembus lebih 100 ribu," sambungnya.
Bahkan, Perppu 1/2020 yang disetujui DPR menjadi UU 2/2020, lanjut Syahrial, hanya menjadi bualan semata. Karena dalam implementasinya, anggaran yang dipatok lebih dari Rp 600 trilun baru terserap sekitar 20 persen.