Berita Terkini
Nasional

PDIP Rekomendasikan Gibran, Apakah Megawati Lupa Pernah Kritik Soal Dinasti Politik?

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Jumat, 7 Agustus 2020 20:55 WIB · 2 menit baca
PDIP Rekomendasikan Gibran, Apakah Megawati Lupa Pernah Kritik Soal Dinasti Politik?

PUBLIKSATU - Soal dinasti politik kembali mencuat setelah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju sebagai colon Walikota Solo.

Di awal tahun 2020, muncul isu Gibran kurang mendapat restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena kala itu, Megawati mengkritik elit politik yang melibatkan sanak keluarga intinya ke panggung politik tanpa melalui kaderisasi dan sistem rekruitmen paling bawah dari partai politik.

"Berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak tidak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo," ujar Megawati saat memberikan sambutan dihadapan calon kepala daerah yang diusung PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Namun sekarang, Megawati telah mengeluarkan rekomendasi kepada Gibran untuk melenggang ke panggung pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 untuk menjadi Walikota Solo.

Lantas, apakah Megawati telah melupakan kritikannya dahulu saat mendorong Gibran masuk ke arena pertarungan politik praktis?

Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno yang memandang sindiran Putri Soekarno tersebut hanya bentuk kekecewaan terhadap elit.

"Pernyataan kritik, satir kepada pihak elit dan penguasa yang menyertakan keluarga intinya itu memang sebagai sebuah ekspresi kekecewaan Mba Mega sepertinya ya," ujar Adi Prayitno dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/8).