Pesan Mbah Madrai ke Pemain Setelah Putuskan Pensiun dari Persebaya

PUBLIKSATU, BOLA – M. Madrai merayakan hari jadinya ke-73 pada Senin (10/8). Bersamaan dengan hari jadinya, masseur Persebaya Surabaya itu membuat keputusan yang sangat mengejutkan. Madrai memilih pensiun dari sepak bola. Faktor usia menjadi alasan utama.
’’Iya karena umur. Apalagi kan, sekarang pemain muda-muda. Khawatir ndak kuat lagi,’’ kata Mbah Madrai –sapaan akrabnya– kepada Jawa Pos kemarin (11/8).
Hanya, niatan Mbah Madrai untuk pensiun belum disampaikan secara langsung kepada manajemen. ’’Nunggu waktu. Kalau tim sudah aktif lagi, saya akan pamit secara resmi kepada manajemen,’’ ujarnya.
Dia mengakui, banyak kenangan manis selama dirinya mengabdi di Persebaya. Salah satu momen yang tidak bisa dia lupakan adalah Green Force –julukan Persebaya– menjadi kampiun Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1.
’’Sejak bujang, saya ini cari nafkah di Persebaya. Pada 1969, saya juga pernah menjadi pemain, tapi belum bisa memberikan gelar. Hanya juara kedua. Makanya, saya senang saat Persebaya bisa meraih juara,’’ kenangnya.
Pensiun sebagai masseur, kecintaan Madrai terhadap Persebaya tidak bakal pudar. Dia berjanji selalu mendukung tim kebanggaan Bonek tersebut. Apalagi jika Persebaya bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
’’Saya hanya berpesan kepada pemain Persebaya agar tidak cepat puas, tetap kompak, dan jangan saling menyalahkan sesama pemain. Harus berikan yang terbaik untuk Persebaya,’’ tuturnya. (*)