Berita Terkini
Nasional

Jokowi Minta Reformasi Fundamental Di Bidang Kesehatan Dipercepat, Politisi PKS: Jangan Cuma Retorika, Realisasikan!

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Sabtu, 15 Agustus 2020 19:40 WIB · 2 menit baca
Jokowi Minta Reformasi Fundamental Di Bidang Kesehatan Dipercepat, Politisi PKS: Jangan Cuma Retorika, Realisasikan!

PUBLIKSATU - Presiden Joko Widodo menyampaikan sudah melakukan upaya luar biasa untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di depan Sidang Umum MPR, DPR dan DPD, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Anggota Komsi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati menilai pidato Presiden Jokowi adalah sebuah janji dan harapan bagi rakyat Indonesia dalam penanggulangan Covid 19 yang lebih baik ke depan. Pemerintah pusat tidak bisa lagi menganggap enteng potensi penularan Covid-19 dengan beberapa kebijakan atau pernyataan yang saling kontraproduktif atau overlap.

Kurniasih Mufidayati menyebut adanya pernyataan new normal yang multitafsir di masyarakat, telah mengakibatkan melemahnya disiplin protokol kesehatan dalam banyak aktivitas sehari-hari. Sehingga banyak ditemukan klaster baru sumber penularan Covid 19, akhir-akhir ini.

Menurutnya, optimisme yang disampaikan Presiden Jokowi harus diikuti dengan langkah kongkrit yang eksponensial atau lompatan signifikan dalam menekan angka positif dan kematian akibat pandemik Covid-19. Pemerintah tidak boleh lagi gagap dan harus lebih fokus menyiapkan skenario baru mengatasi perluasan pandemik Covid-19 sebagai wujud tanggung negara melindungi kesehatan rakyat Indonesia, sebagaimana amanah undang-undang.

"Kita sudah punya instrumen penanggulangan pandemik ini dalam UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Artinya negara ini sudah menyiapkan diri menghadapai berbagai kemungkinan-kemungkinan munculnya wabah kesehatan. Tinggal implementasinya di lapangan perlu ditingkatkan," papar Kurniasih Mufidayati dalam keterangannya, Sabtu (15/8).

Dia mengungkapkan, sederet persoalan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Seperti banyaknya tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berguguran, protokol kesehatan yang masih lemah implementasinya di masyarakat dan banyak tempat keramaian, banyak temuan klaster penularan baru yang menyebabkan angka meningkat pesat dan sejumlah gedung ditutup sementara. Terakhir tentang vaksin yang masih terus menjadi perbincangan dan persoalan lainnya.