Berita Terkini
Nasional

Target Pemulihan Ekonomi Tumbuh Di Atas 4 Persen Hanya Mimpi, Pengamat: Jokowi Lupa Kakinya Ada Di Solo

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Minggu, 16 Agustus 2020 22:23 WIB · 2 menit baca
Target Pemulihan Ekonomi Tumbuh Di Atas 4 Persen Hanya Mimpi, Pengamat: Jokowi Lupa Kakinya Ada Di Solo

PUBLIKSATU - Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang disampaikan saat sidang tahunan di Gedung DPR RI tak ubahnya seperti harapan hampa.

Begitu kata analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun yang mencermati tiap kalimat yang disampaikan Presiden Jokowi.

"Pidato Kenegaraan Jokowi seperti harapan hampa. Di antara ciri harapan hampa adalah melangit lupa pijakan di bumi. Menghayal atau mimpi," ujar Ubedilah Badrun dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/8).

Mimpi yang dimaksud Ubedilah ialah harapan pemulihan ekonomi tumbuhan di atas 4 persen yang ditargetkan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

"Jokowi lupa kakinya ada di Solo. Lupa menginjakkan kaki di bumi bahwa saat ini angka pertumbuhan ekonomi Indonesia minus lebih dari 5 persen. Tengoklah rakyat miskin dan pengangguran di Solo, di Jawa, di Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Bali, Lombok, hingga Papua," urai Ubedilah.

Berdasarkan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2020 menyebutkan bahwa penduduk miskin mengalami kenaikan, yakni menjadi 26,42 juta orang. Bahkan, pada Agustus ini dipastikan terus mengalami kenaikan. Hal ini diakuinya menjadi PR besar yang menjadi batu sandungan dalam target yang disampaikan dalam pidato.

"Perumpamaan ekonomi saat ini sedang hang seperti perangkat komputer harus di restart atau di rebooting, itu juga perumpamaan yang keliru. Sama sekali tidak tepat karena krisis ekonomi saat ini bukan sekadar diselesaikan dengan pencet tombol restart atau rebooting, tetapi kerusakannya ada pada sistem dan tata kelolanya," jelasnya.