Lebih Dekat dengan Akhmatul Ferlin (2): Diakui Tiga Presiden, Diusulkan Raih HKI

BUKAN hanya Presiden RI, Joko Widodo yang mengapresiasi WakatobiAIS, total tiga presiden. Siapa saja?
Laporan: Irwansyah Amunu
WAHANA Keselamatan dan Pemantauan Objek Berbasis Automatic Identification System (WakatobiAIS) yang dikembangkan Akhmatul Ferlin dan timnya di Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Wakatobi rupanya bukan hanya diakui Jokowi. Dua presiden lainnya yakni, David Dooley (Presiden University Rhode Islan), dan Abdul Manan (Presiden Suku Bajo).
"Saya pernah mengunjungi komunitas nelayan di Ghana dan Pantai Gading, dan masalahnya sama dengan disini (Wakatobi). Mereka nelayan, berlayar dengan perahu kecil hingga 60 mil dari daratan dan banyak yang tidak kembali ke keluarganya," kesan David.
Nah, maka itu, WakatobiAIS solusinya. Memberikan keselamatan dan kepastian bagi nelayan. Dua sisi seolah menjadi sesuatu yang mahal bagi nelayan. Beruntung alat yang dikembangkan Ferlin murah.
WakatobiAIS bentuknya portabel. Mudah dibawa dan dijinjing. Sehingga memudahkan bagi siapa saja untuk memilikinya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam mewajibkan Pemerintah Pusat dan Pemerintdasakah Daerah bertanggung jawab terhadap jaminan keselamatan nelayan dalam melakukan penangkapan ikan. Banyaknya kasus kecelakaan (tak terdeteksi) yang terjadi di perairan Indonesia akhir-akhir ini menjadi masalah yang harus diatasi oleh pemangku kebijakan bidang perikanan dan kelautan.