Berita Terkini
Nasional

Akademisi: Kebutuhan Masyarakat Terhadap Parpol Bukan Lagi Ideologi Melainkan Materi, Sehingga Lahirkan Politik Dinasti

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Sabtu, 22 Agustus 2020 05:14 WIB · 1 menit baca
Akademisi: Kebutuhan Masyarakat Terhadap Parpol Bukan Lagi Ideologi Melainkan Materi, Sehingga Lahirkan Politik Dinasti

PUBLIKSATU - Merosotnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik yang ditunjukan dalam beberapa survei dinilai berisiko dan berpotensi adanya praktik politik uang.

Begitu yang dikatakan dosen Departemen Politik Pemerintahan Universitas Diponegoro Jawa Tengah, Dr. Fitriyah dalam sekolah demokrasi LP3ES, Jumat (21/8).

“Rendahnya identitas kepartaian menunjukkan rendahnya kedekatan masyarakat dengan parpol secara ideologis. Hal ini berisiko memunculkan praktik politik uang karena kebutuhan memilih masyarakat bukan atas dasar keterwakilan ideologi, namun materi,” ujar Fitriyah.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Jawa Tengah ini menyampaikan rendahnya kedekatan parpol dengan masyarakat menghambat dinamika demokratisasi politik lokal.

“Hal ini karena kebutuhan masyarakat terhadap parpol bukan lagi kebutuhan ideologi melainkan materi, maka melahirkan fenomena bossism, local strongmen dan politik dinasti,” ujarnya.

Menurutnya, orientasi partai politik terhadap materi juga memengaruhi proses rekruitmen kandidat. Dia mencontohkan, parpol tidak selalu mencalonkan kader lama, namun lebih sering kader baru bahkan bukan kader sebagai calon pemimpin daerah.

“Pilihan ini atas dasar seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh kandidat tersebut, akhirnya oligarki merebut ruang partisipasi publik,” ujarnya.