Lebih Dekat dengan Akhmatul Ferlin (4): Menjemput Korban, bukan Mencari Korban
Bagikan

BASARNAS mengapresiasi positif alat yang diciptakan Ahkmatul Ferlin. Fiturnya yang lengkap, sangat memudahkan kinerja dalam
pencarian korban.
Laporan: Irwansyah Amunu
ALAT Wahana Keselamatan dan Pemantauan Objek Berbasis Automatic Identification System (WakatobiAIS) yang diciptakan Kepala Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Akhmatul Ferlin ST MT bersama tim rupanya pernah diperkenalkan kepada pihak Basarnas Pusat di Jakarta.
"Saat itu pihak Basarnas mengatakan dengan keberadaan WakatobiAIS, Basarnas bukan lagi mencari korban, tapi menjemput korban," kata Akhmatul Ferlin. Persoalan yang kerap muncul
ketika Basarnas mengidentifikasi korban di laut. Koordinat terakhir yang jadi masalah.
Nah, kehadiran WakatobiAIS dipandang sangat memudahkan kinerja Basarnas. Bila alat tersebut dioperasikan, bisa dengan mudah dilacak keberadaan korban. Cukup dengan menekan tombol SOS, korban dapat ditemukan.
Kenyataan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat nelayan tradisional. Selama ini, kalau dua hari tidak kembali ke darat, pihak keluarga mencari solusinya ke paranormal. Kalau WakatobiAIS digunakan, hal ini tidak lagi terjadi. Tidak harus menunggu sampai dua hari pula. Begitu muncul sesuatu yang mengkhawatirkan, bisa segera ditemukan.
Berikutnya, WakatobiAIS juga punya fitur yang membantu nelayan untuk menemukan dengan mudah koordinat lokasi tangkapan ikan. Dengan demikian, mereka tidak lagi mencari ikan. Tetapi langsung menangkap ikan.