Parpol Harusnya Selektif Dan Tak Mengusung Calon Kepala Daerah Bermasalah, Pengamat: Ini Jadi Preseden Buruk Bagi Demokrasi Kita

PUBLIKSATU - Partai politik harus selektif dalam memilih calon kepala daerah yang akan diusung dalam pilkada.
Pengamat politik Adi Prayitno menyarankan partai politik tidak memilih calon kepala daerah yang berstatus tersangka korupsi.
“Partai mestinya sekalipun ingin menang dalam pilkada, harus pilih-pilih dan selektif mencalonkan pemimpin. Partai harus jadi tauladan, di mana calon yang diusung itu tidak bermasalah,” ujar Adi kepada wartawan, Sabtu (22/8).
Adi mengatakan, calon kepala daerah yang berstatus tersangka adalah preseden buruk bagi demokrasi. Padahal, kata dia, masih banyak sosok yang layak untuk dipilih menjadi calon kepala daerah.
“Begini ceritanya kan jadi preseden yang buruk bagi demokrasi kita, sayang kan kaya gak ada orang lain,” ujarnya.
Sambungnya, memang ada celah di mana regulasi tidak melarang tersangka menjadi calon kepala daerah. Akan tetapi, calon kepala daerah berstatus tersangka tidak baik secara moril.
“Agak aneh memang kalau ada UU memperbolehkan orang berstatus tersangka maju menjadi kepala daerah. Gimana marwah politik kepala daerah kalau dipimpin oleh seorang tersangka kan begitu. Makanya harus kembali lagi pada UU itu,” katanya.