Berita Terkini
Nasional

Ajak Semua Kampus Berhenti Berkompetisi, Dirjen Pendis: Jika ingin Berjalan Jauh Maka Jalanlah Bersama-sama

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 24 Agustus 2020 04:55 WIB · 2 menit baca
Ajak Semua Kampus Berhenti Berkompetisi, Dirjen Pendis: Jika ingin Berjalan Jauh Maka Jalanlah Bersama-sama
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya merupakasalah satu lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag). (dok JawaPos.com)

PUBLIKSATU - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) M Ali Ramdhani mengatakan, salah satu kunci keberhasilan pengembangan pendidikan tinggi adalah upaya saling berkolaborasi antar perguruan tinggi. Bukan lagi saling memperuncing persaingan dengan sesama universitas.

Hingga saat ini pendidikan tinggi Indonesia masih mengalami banyak tantangan. Mulai dari kualifikasi dan kompetensi dosen, peningkatan sarana prasarana pendidikan dan daya saing ditingkat global.

“Saat ini bukan eranya saling berkompetisi, tetapi era saling berkolaborasi antarperguruan tinggi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) M Ali Ramdhani pada pertemuan dengan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jakarta, (22/8)

Eks Direktur Pascasarjana UIN Bandung itu sebagaimana dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com mengatakan, tidak ada superman dalam sebuah misi bersama, yang ada ialah superteam. Termasuk, lanjutnya, soal untuk maju secara akseleratif dan berkesibambungan, maka harus dilakukan secara bersama.

“Ada pepatah mengatakan bahwa jika ingin berjalan cepat, maka jalanlah sendiri, tetapi jika ingin berjalan jauh, maka jalanlah bersama-sama,” ujar pria yang biasa disapa Dhani itu.

Menurut Dhani, kolaborasi ini dapat dilakukan di banyak hal, misalnya pengembangan di bidang akademik berupa kerjasama antar civitas dalam penulisan jurnal ilmiah maupun sabbatical leave atau professor exchange, dan tentu Kerjasama di bidang lainnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri para Rektor dan Ketua PTKIN seluruh Indonesia itu juga dibahas beberapa hal strategis yang sedang dihadapi oleh perguruan tinggi. Diantaranya, finalisasi berbagai PMA maupun KMA turunan dari PP 46 Tahun 2019, akreditasi perguruan tinggi keagamaan Islam, transformasi kelembagaan PTKIN, dosen tetap bukan PNS, dan pengembangan jurnal ilmiah di PTKIN.