Kebakaran Kejagung, MAKI: Apakah Ada Dugaan Menghilangkan CCTV?

PUBLIKSATU - Alat sadap senilai ratusan miliar rupiah yang merekam seluruh aktivitas pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) diyakini hancur bersama gedung utama yang terbakar.
Keyakinan itu sebagaimana disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman yang merespon spekulasi masyarakat bahwa kasus kebakaran di gedung Kejagung berkaitan dengan perkara besar yang tengah ditangani.
Boyamin yakin CCTV yang merekam aktivitas pegawai di gedung Kejagung tersebut dipastikan hancur terbakar. Sehingga, segala memori aktivitas yang ada di Kejagung hilang.
Hal ini tentu akan menguatkan spekulasi masyarakat yang curiga ada unsur kesengajaan atas insiden kebakaran pada Sabtu malam (22/8) hingga Minggu pagi (23/8) itu, karena ada banyak kasus besar ditangani Kejagung. Dia pun mempertanyakan, apakah hasil dari rekaman CCTV tersebut masih tersimpan dengan baik.
"Ya bisa aja kalau kita berteori konspirasi. Misalnya ini kaitannya CCTV, kan ada di semua gedung sekarang CCTV. Nah ini apakah ada dugaan juga menghilangkan CCTV juga? Kalau ini memang saya belum terlalu jauh, tapi kan dugaan-dugaan ini kan (mengerucut pada) apakah terbakar atau dibakar misalnya gitu kan?” ujar Boyamin Saiman dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/8).
Apalagi, kata Boyamin, setiap penegak hukum saat ini mempunyai alat sadap atau alat perekam yang dipasang untuk merekam seluruh aktivitas pegawai.
Terkhusus di Kejagung, kata Boyamin, alat sadap tersebut berada di ruang intelijen yang berada di gedung yang mengalami kebakaran.