Berita Terkini
Nasional

Akhmatul Ferlin Inventor Dua Hak Paten

Oleh Irwansyah Amunu · Kamis, 27 Agustus 2020 11:40 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Akhmatul Ferlin Inventor Dua Hak Paten

PUBLIKSATU.WAKATOBI-

Tidak sia-sia kerja keras yang dilakukan Akhmatul Ferlin dan timnya di Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Wakatobi. Mereka terdaftar untuk mendapatkan dua hak paten sekaligus.

Dua hak paten tersebut dari alat Teknologi Keselamatan dan Pengawasan Nelayan Berbasis AIS, Transmit Only (WakatobiAIS) dan Teknologi Transplantasi Bambu Laut (Wakatobi Sea Bamboo).

"Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang, drafting, verifikasi dan konfirmasi terhadap dua usulan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) berjudul “Teknologi Keselamatan dan Pengawasan Nelayan Berbasis AIS Transmit Only” (WakatobiAIS) dan “Teknologi Transplantasi Bambu Laut” (Wakatobi Sea Bamboo). Resmi

didaftar Dr. Ir. Maman Hermawan, MSc selaku Ketua Sentra HKI KKP ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Rabu (26/8/2020). Tercatat dengan nomor pendaftaran masing-masing, 500202006227 dan 500202006228, dengan

inventor masing-masing Akhmatul Ferlin, dkk dan

Akhmatul Ferlin dkk," tulis Kepala (LPTK) Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Akhmatul Ferlin pada koran ini, semalam.

Diakui, ternyata dari teknologi ini banyak menghasilkan temuan baru yang lain. Contoh, tahun ini klaimnya adalah "transmit only", tahun depan dari Teknologi WakatobiAIS diusulkan klaim yang lain lagi.

"Teknologi WakatobiAIS tahun ini menghasilkan satu paten, target kami dari teknologi ini sampai tahun 2022 masing-masing menghasilkan satu paten, begitu pula Teknologi Wakatobi Sea Bamboo," ujarnya.

Prestasi yang ditorehkan Akhmatul Ferlin terbilang luar biasa. Bisa jadi, baru dia orang pertama di Sultra yang mengantongi hak paten. Tidak tanggung-tanggung, tahun ini dua sekaligus.

Setelah mengantongi hak paten, Ferlin --sapaan Akhmatul Ferlin-- mengaku akan menuju tahap selanjutnya. Beauty contest untuk calon investor, dan MoU untuk produksi massal. Sudah ada beberapa yang meminta industri dalam negeri, maka itu, pihaknya akan melakukan beauty contest.

Bagikan