Berita Terkini
Nasional

Pakar Epidemiologi Ragukan Data Kasus Covid-19 Indonesia Yang Lebih Rendah Dari AS

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Minggu, 30 Agustus 2020 02:48 WIB · 1 menit baca
Pakar Epidemiologi Ragukan Data Kasus Covid-19 Indonesia Yang Lebih Rendah Dari AS

PUBLIKSATU - Frekuensi kasus baru positif Covid-19 yang ada di Indonesia selama masa pandemik (Incidence Rate Covid-19) beberapa bulan ke belakang dinilai lebih rendah dari yang ada di Amerika Serikat.

Begitulah pakar epidemiologi dari University of North Carolina, Amerika Serikat, Juhaeri Mukhtar menyampaikan hasil kajiannya dalam acara diskusi Populi Centre, Sabtu (29/8).

"Jadi kalau kita bandingkan misalnya di data ini, penduduk Amerika kan sekitar 330 juta, yang sudah terpapar itu sekitar 5,8 juta. Incidence rate di Amerika itu sekitar 178 per 10 ribu. Jadi setiap 10 ribu penduduk setiap 178 itu terpapar," ujar Juhaeri.

Sedangkan Indonesia, sambung Juhaeri, berdasarkan data per Jumat (28/8) kemarin terdapat 165.887 total kasus positif dari total 274 juta penduduk di Tanah Air.

"Jadi kalau dihitung sebetulnya incidence rate di Indonesia itu jauh lebih rendah dari di Amerika," ungkapnya.

Namun begitu, Juhaeri meragukan data kasus Covid-19 yang dicatat pemerintah tersebut. Pasalnya, dari segi jumlah penduduk Indonesia dan Amerika tidak jauh berbeda.

Sebabnya, di negeri Paman Sam hasil pemeriksaan corona tergolong lambat, karena baru bisa diketahui 2 sampai 4 hari usai pengambilan sampel. Hal yang sama pun juga terjadi di Indonesia.