Pilkada Serentak Berkualitas, Masyarakat Diminta Tidak Takut Laporkan Politik Uang

PUBLIKSATU - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak sebentar lagi akan dihelat. Untuk menjadikannya berkualitas, masyarakat diminta untuk berperan aktif menyukseskan pesta demokrasi tahun ini, seperti melaporkan jika ada yang melakukan praktik politik uang.
Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, dalam setiap hajatan politik seperti pemilu dan pilkada pasti ada saja pihak-pihak yang melakukan politik uang. Khoirunnisa mengajak masyarakat menjauhi praktik tersebut.
Dia juga meminta masyarakat untuk tidak takut melaporkannya ke Bawaslu, meskipun dia mengakui memang banyak alasan untuk tidak melaporkannya. “Yang menjadi masalah adalah politik uang sulit untuk membuktikannya. Mungkin juga yang melaporkan khawatir. Khawatir kalau dilaporkan akan dikriminalisasi balik,” ujar Khoirunnisa dalam diskusi secara virtual, Sabtu (5/9).
Khourunnisa mengatakan, praktik politik uang bisa bermula saat calon kepala daerah tersebut ingin diusung oleh partai politik. Karena jika ingin mendapatkan dukungan, maka perlu kontribusi yang harus disetor ke partai politik.
”Sehingga ketika mau mencalonkan juga harus menyerahkan sejumlah uang agar bisa dicalonkan,” katanya.
Selain itu, para penyelenggara pemilu juga berpotensi disusupi oleh oknum yang memberikannya uang. Akibatnya, hasil pilkada bisa diubah untuk memenangkan calon tersebut.
Oleh sebab itu, Khoirunnisa memandang, netralitas para penyelenggara pemilu benar-benar diuji saat ada hajatan serentak lima tahunan ini. ”Ada proses jual beli suara yang melibatkan penyelenggara pemilu. Hal ini juga banyak kita dengar cerita-ceritanya,” ungkapnya.