Berita Terkini
Nasional

Cari Kotak Hitam Sriwijaya Air, Tim Intai Amfibi TNI AL Terkendala Lumpur Setebal Satu Meter

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 12 Januari 2021 22:34 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Cari Kotak Hitam Sriwijaya Air, Tim Intai Amfibi TNI AL Terkendala Lumpur Setebal Satu Meter

PUBLIKSATU - Tim penyelam dari Intai Amfibi I Marinir TNI AL menggunakan metode manual dengan menyelam ke dasar laut mencari kotak hitam berisi Cockpit Voice Recorder (VCR) dan Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Selasa (12/1).

Pantauan di perairan Tanjung Kait, Tangerang, sebanyak tiga orang penyelam dari Taifib I Marinir TNI AL melakukan penyusuran di koordinat yang diduga tempat jatuhnya black box Sriwijaya Air.

Mereka melakukan penyelaman sedalam 15 hingga 20 meter ke dasar laut dengan menggunakan alat ping detector dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara manual dengan waktu kurang lebih 30 hingga 45 menit.

Serma Mar Hendra Syahputra yang merupakan penyelam dari Taifib I Marinir TNI AL menyampaikan, kondisi cuaca dan medan memungkinkan melakukan pencarian dengan metode manual lantaran sinyal ping black box di perairan yang cukup dangkal.

“Sangat memungkinkan saya kira, karena dengan alat yang dibekali dari KNKT memandu kita mendekat titik impact ke tempat tersebut. Sehingga kita bisa menemukan dari puing-puing melalui alat tersebut,” ucap Serda Hendra di Searider Taifib I Marinir di atas perairan Tanjung Kiat seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Serma Hendra berharap, dalam waktu dekat bisa menemukan kotak hitam berisikan VCR dan FDR Pesawat Sriwijaya Air. “Iya, mudah-mudahan bisa ditemukan dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Dia mengatakan, kendala yang dihadapi regu penyelam dari Taifib I Marinir TNI AL adalah lumpur tebal sehingga memudarkan pandangan para penyelam.

Bagikan