APD Khusus
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
TUJUH ton volume sampah yang dihasilkan warga Kota Baubau dalam satu bulan. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kerja tenaga kebersihan, apalagi selama pandemi Covid-19.
Walau tergolong kota kecil, namun mobilitas di Baubau terbilang tinggi. Bisa dilihat dari populasinya yang naik dari pagi hingga siang hari karena masuknya warga dari daerah belakangnya.
Daerah belakang Baubau, diantaranya Kabupaten Buton, Buton Tengah (Buteng), Buton Selatan (Busel), Buton Utara (Butur), Muna, dan Muna Barat (Mubar). Warga dari daerah belakangnya ini masuk ke Baubau karena melakukan aktivitas ekonomi.
Baubau memang episentrum ekonomi wilayah Kepulauan Buton (Kepton). Itulah yang menjadi magnet untuk menarik warga dari daerah sekitarnya.
Masuknya mereka, tentu membawa komuditas. Akhir dari komuditas ini, ujungnya akan menghasilkan sampah.
Bagaimana kalau dalam siklus aktivitas tersebut terdapat Covid-19? Inilah soal yang mesti dijawab.