Belajar Dari Penjajahan Belanda, Jokowi Jangan Buru-buru Minta Bantuan Asing
Bagikan

PUBLIKSATU.CO - Skenario pemerintah yang akan minta bantuan negara lain (asing) untuk menanggulangi lonjakan kasus harian Covid-19 apabila angkanya nembus lebih dari 40 ribu, dikritik Jurubicara Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M. Massardi.
Adhie meminta pemerintah untuk tidak tergesa-gesa mengajak negara lain ikut campur atasi persoalan domestik. Sebab hal itu akan mengundang masalah baru yang dampaknya bisa jauh lebih besar dibandingkan persoalan pertama.
“Coba baca lagi sejarah Indonesia zaman raja-raja. Hampir semua raja yang tidak mampu mengatasi persoalan domestiknya minta bantuan Kompeni (Belanda), imbalannya diberikan konsesi penguasaan wilayah dan hak-hak rakyat lainnya,” urai Adhie dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (9/7).
Hal tersebut terjadi karena banyak raja yang tidak memiliki kompetensi dan leadership. Mereka hanya ingin menikmati kemewahan kekuasaan, sehingga setiap ada masalah jalan keluarnya hanya satu, yaitu minta bantuan asing.
“Inilah cikal-bakal lahirnya kolonialisme di negara kita,” tambahnya.
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini mengingatkan Presiden Joko Widodo agar sebelum meminta bantuan asing, terlebih dahulu melakukan introspeksi terhadap langkap pemerintah dalam mengatasi pandemi.
Menurutnya, jika kegagalan atasi pandemi ini karena tidak memiliki skill manajemen krisis yang baik dan benar, akibat ketidakmampuan aparatus negara yang berada dalam kendali presiden, maka Presiden Joko Widodo jangan malu minta bantuan tokoh-tokoh nasional di luar pemerintahan yang memiliki rekam jejak sukses mengatasi krisis.