Berita Terkini
Nasional

Tahun Baru Islam, PDIP Surabaya: Refleksi Diri Para Kader

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 30 Juli 2022 21:11 WIB · 2 menit baca
Tahun Baru Islam, PDIP Surabaya: Refleksi Diri Para Kader
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono. (istimewa)

PUBLIKSATU - Tahun Baru 1 Muharram 1444 Hijriah juga disambut keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Momen pergantian tahun baru Islam itu dijadikan refleksi diri bagi para kader. Harapannya ke depan bisa terus memperkuat kerja-kerja gotong royong untuk masyarakat.

’’Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1444 Hijriah. Pergantian tahun kita isi dengan refleksi diri, mengevaluasi kerja pengabdian kami, agar ke depan seluruh komponen partai bisa melipatgandakan semangat untuk bisa membantu masyarakat,” ujar Adi Sutarwijono, ketua DPC PDIP Surabaya, Sabtu (30/7).

Adi mengatakan, sepanjang 1443 H berbagai kerja kerakyatan terus digeber PDIP Surabaya. Mulai advokasi bidang kesehatan dan pendidikan, pendampingan warga kurang mampu, pengawalan berbagai kebijakan pembangunan di kampung-kampung, hingga secara rutin membagikan sembako kepada warga.

’’Saat ini kita dalam fase pemulihan ekonomi. PDI Perjuangan Surabaya terus bekerja membantu masyarakat. Misalnya, kami kawal bagaimana kebijakan Pemkot Surabaya tetap pro-ekonomi wong cilik, lewat pemberdayaan UMKM. Sehingga semakin banyak lapangan kerja terbuka untuk rakyat,” papar Adi.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya H Sjukur Amaludin, menambahkan, kalender Hijriah atau penanggalan Islam dihitung sejak masa hijrah Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat, dari Makkah yang saat itu dikuasai kaum Quraisy, menuju ke Madinah. ’’Perjuangan untuk hijrah itu juga kita maknai sebagai evaluasi menuju kebaikan-kebaikan. Ada saat di mana kita harus benar-benar berani berhijrah untuk menjadi pribadi dan masyarakat yang lebih baik lagi,” jelas Sjukur.

Dikatakan, selama dua tahun masyarakat dilanda pandemi Covid-19, sejak Maret 2020. Akibat berbagai pembatasan sosial yang diterapkan demi keselamatan bersama, terjadi dampak luar biasa pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Nah, Sjukur berharap pada 1 Muharram 1444 Hijriah ini bisa menjadi momentum strategis untuk memperkuat spirit atau semangat hijrah. ’’Dari situasi pandemi Covid-19, menuju pada pemulihan ekonomi dan normalisasi kehidupan masyarakat yang mengarah pada kemajuan dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdul Ghoni Mukhlas Niam, ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Surabaya, mengatakan, momentum Tahun Baru Hijriah dapat pula dimaknai untuk mempererat tali persaudaraan serta gotong royong.