Berita Terkini
Nasional

Usai Mendaftar ke KPU, PKP Siap Verifikasi Administrasi dan Faktual

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 1 Agustus 2022 20:50 WIB · 2 menit baca
Usai Mendaftar ke KPU, PKP Siap Verifikasi Administrasi dan Faktual
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Mayjen Marinir (Purn) Yussuf Solichien mengatakan, partainya menjadi salah satu partai politik (Parpol) non-parlemen pertama yang mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 di jam pertama. (istimewa)

PUBLIKSATU – Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) resmi mendaftar ke KPU sebagai peserta Pemilu 2024, Senin (1/8/2022). Usai mendaftar, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Mayjen Marinir (Purn) Yussuf Solichien menegaskan partainya siap menjalani verifikasi administrasi dan faktual.

Dikutip dari jawapos.com, dikatakan seluruh jajaran PKP, siap bekerja sama dengan KPU dan KPUD agar pelaksanaan verifikasi berjalan aman, tertib, dan lancar.

PKP yakin dan percaya KPU dan seluruh jajarannya akan melaksanakan tugas dengan adil, profesional, akuntabel, terbuka dan tepat waktu. Sehingga tidak ada sengketa dalam penetapan calon peserta Pemilu 2024 kepada Bawaslu ataupun pengadilan.

Ia juga menegaskan, demi menyongsong Pemilu 2024, kata Yussuf, PKP akan terus berjuang menjadi garda terdepan sebagai benteng Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dari segala bentuk ancaman disintegrasi bangsa, radikalisme, terorisme, intoleransi dan kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

Soal capres-cawapres, kata Yussuf, PKP belum punya pilihan nama saat ini. Diingatkan, untuk membangun bangsa dan negara yang besar, butuh pula pemimpin besar. Oleh karena itu, ia menyatakan, partainya akan mendukung siapa pun asal dapat memenuhi kriteria.

“Yakni disegani di dunia internasional, berjiwa kerakyatan, bermoral, profesional, berani dan berwibawa, dan dapat membawa bangsa dan negara Indonesia menuju era kemasannya,” ujarnya.

“Paling tidak seperti Bung Karno disegani dunia. Kerakyatan seperti Soeharto dengan konsep trilogi pembangunan. Yang paham betul situasi ekonomi global. Selain itu, untuk mempersatukan bangsa yang potensi disintegrasinya besar, butuh pemimpin kuat yang memegang erat Pancasila,” tuturnya.