Berita Terkini
Nasional

Cegah Cacar Monyet, Ganjar Ingin Penjagaan Ketat di Pintu Masuk Indonesia

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 5 Agustus 2022 01:30 WIB · 2 menit baca
Cegah Cacar Monyet, Ganjar Ingin Penjagaan Ketat di Pintu Masuk Indonesia
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (14/6/2022). (Istimewa)

PUBLIKSATU – Pemerintah harus segera mengambil langkah antisipasi untuk mencegah penyakit cacar monyet atau monkeypox masuk ke negeri ini. Apalagi, beberapa orang sudah pernah berstatus suspect meski akhirnya tidak terbukti. Kali ini, ada lagi satu pasien suspect monkeypox di Jawa Tengah.

Dikutip dari jawapos.com, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait suspect monkeypox itu. Berdasar data yang diterima Kemenkes, pasien tersebut laki-laki berusia 55 tahun.

”Dia bukan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN),” katanya kemarin (3/8). Pasien tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan.

Menurut Syahril, pasien itu dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Jawa Tengah. ”Pasien juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah dia mengidap cacar monyet atau bukan,” ungkapnya.

Untuk mengetahui apakah gejala yang ditunjukkan merupakan bagian dari monkeypox, harus ada pembuktian di laboratorium. Sampel dari pasien akan diambil dengan tes PCR, lalu diperiksa di laboratorium. “Bisa saja hanya cacar biasa atau penyakit lain, bukan monkeypox,” bebernya.

Pada kesempatan lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemarin meminta agar pintu masuk ke Indonesia betul-betul dijaga. Jangan sampai ada PPLN yang membawa masuk virus monkeypox ke Indonesia. Sejauh ini, memang belum ada kasus monkeypox yang menular dari manusia ke manusia di Indonesia. Meski demikian, adanya penjagaan di pintu masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan, diharapkan dapat mengantisipasi kasus impor yang dibawa PPLN. ’’Masih dipantau terus sampai hari ini,” ujar Ganjar. Yang bertugas memantau adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Dia mengatakan, kasus suspect monkeypox di Jawa Tengah bukan kali pertama. ”Dulu pernah ada yang masuk ke kami. Tapi, hasil pemeriksaan terakhir di laboratorium, ternyata bukan (monkeypox),” jelas Ganjar. Meski demikian, dia meminta masyarakat tetap waspada.