Berita Terkini
Nasional

Pemilu 2024, PKS Usung Kombinasi Nasionalis-Religius

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 19 Agustus 2022 00:03 WIB · 2 menit baca
Pemilu 2024, PKS Usung Kombinasi Nasionalis-Religius
Rapimnas DPP PKS 2022 di Jakarta, Selasa (21/6/2022). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PUBLIKSATU – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengambil keputusan terkait partisipasi dalam pemilu presiden (pilpres). Partai berlambang bulan sabit dan padi itu memastikan akan mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dengan latar belakang nasionalis-religius.

Hal tersebut merupakan salah satu butir keputusan musyawarah Majelis Syura (MS) PKS yang digelar pada 14–15 Agustus di Bandung. Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri menyatakan, paslon dengan karakter nasionalis-religius berpeluang besar memenangi Pilpres 2024 nanti. Hal itu juga bisa menjadi simbol perubahan Indonesia yang lebih baik.

Selain itu, MS PKS telah menugaskan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS untuk melakukan komunikasi koalisi parpol demi memenuhi persyaratan presidential threshold. Yang ketiga, MS PKS juga menegaskan posisi PKS untuk tetap menjadi partai oposisi.

Karena itu, DPP PKS diamanatkan untuk mengukuhkan posisi politik Fraksi PKS DPR RI sebagai kekuatan penyeimbang. ”Dalam melakukan pelayanan dan pembelaan kepada rakyat,” ujar Salim dalam keterangan resminya dikutip dari jawapos.com.

Di sisi lain, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang terdiri dari PKB dan Partai Gerindra juga aktif melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, akan ada dua partai lain yang bergabung dengan koalisi tersebut

Namun, Muhaimin belum mau memberikan informasi partai apa saja yang bakal bergabung dengan KKIR. ”Saya belum bisa buka sekarang. Nanti kalau dibuka sekarang, enggak jadi masuk,” ucap politikus kelahiran Jombang, Jawa Timur, itu.

Tapi, yang pasti, jelas wakil ketua DPR RI tersebut, dua partai itu sudah melakukan komunikasi secara intensif. Muhaimin berharap keduanya bisa bergabung dengan koalisi PKB-Gerindra. ”Moga-moga positif. Moga-moga jadi. Kalau disebutkan (sekarang), bahaya itu,” selorohnya.