Berita Terkini
Nasional

Masih Kurang, Anies Ajak Milenial jadi ASN DKI

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Minggu, 28 Agustus 2022 01:18 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Masih Kurang, Anies Ajak Milenial jadi ASN DKI
ILUSTRASI. PNS DKI Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Publiksatu – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta menyatakan bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DKI Jakarta masih jauh dari kata cukup untuk melayani warga Jakarta. Hal itu dikatakan menyambung ucapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan milenial masih banyak dibutuhkan dalam pemerintahan di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Kepala Pusat Data dan Informasi BKD Heri Dianto menyatakan bahwa jumlah ASN di DKI Jakarta saat ini jauh dari kata cukup untuk mengelola operasional di lingkungan Pemprov DKI. “Itu mah jauh dari cukup. Masih kurang. Kita ini kan pensiun kurang lebih 4.000 setahun itu kan. Nah itu belum nanti ada penerimaan CPNS dan lain-lain itu kan dapat kuotanya dari Kemenpan-RB,” ujarnya seperti dikutip dari JawaPos.com, Jumat (26/8).

Namun begitu, ia enggan mengatakan jumlah ASN yang dibutuhkan Pemprov DKI saat ini. Untuk diketahui, data per 1 Agustus 2022, jumlah total ASN saat ini di Pemprov DKI adalah sebanyak 65.609 orang.

Itu terdiri dari PNS sebanyak 51.729 orang, CPNS sebanyak 4.217 orang, dan PPPK sebanyak 9.663 orang. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak anak muda untuk ikut terlibat dalam pemerintahan DKI Jakarta sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu disampaikannya dalam acara Talkshow tentang “Jakarta Future of Work” di Taman Ismail Marzuki, Minggu (21/8) lalu.

Anies menegaskan bahwa ia membutuhkan banyak tenaga anak muda yang kreatif dan inovatif untuk membangun Jakarta sebagai kota global.

“Kalau saya dalam pemerintahan, kami perlu sekali generasi baru yang terdidik dengan baik dan siap buat jadi learner yang serius, mau berada di dalam pemerintahan. Kami butuh sekali pemimpin-pemimpin masa depan di pemerintahan adalah orang-orang kreatif, inovatif, dari kampus yang hari ini belajar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia bahkan mengiming-imingi anak muda agar mau menjadi ASN di DKI Jakarta dengan penghasilan rata-rata untuk fresh graduate strata 1 adalah di angka Rp 12-18 juta per bulan. “Itu sangat kompetitif, tapi jangan cuma lihat ke sana. Kalau saya, kami misalnya membutuhkan di pemerintahan nantinya policy maker yang baik, policy maker yang benar-benar yang memiliki terobosan,” rayunya.

Bagikan