Berita Terkini
Nasional

Ahli: Kekurangan Nutrisi Bisa Terjadi Sejak Bayi dalam Kandungan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 3 September 2022 20:26 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Ahli: Kekurangan Nutrisi Bisa Terjadi Sejak Bayi dalam Kandungan
Ilustrasi bayi stunting. (Dok. JawaPos)

Publiksatu – Untuk mencegah angka stunting (balita tumbuh kerdil), salah satu caranya adalah dengan mengintervensi gizi sejak dalam masa kehamilan. Pasalnya, ibu hamil dapat mengalami kekurangan nutrisi dan berdampak pada janinnya.

Dikutip dari jawapos.com, berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia (SSGBI), angka stunting di Indonesia sebanyak 27,67 persen pada tahun 2019. Presiden Joko Widodo pun menargetkan prevalensi stunting di Indonesia berada di bawah 14 persen pada tahun 2024.

“Stunting adalah kondisi adanya ganguan tumbuh kembang pada anak yang ditandai pada tinggi badan usia lebih dari 2 tahun tidak sesuai dengan yang seharusnya, atau berada di bawah pita hijau pada kurva perbandingan tinggi badan dengan umur,” ujar Praktisi dan Head of Kalbe Nutritionals Research Center PT Kalbe Farma Tbk, dr. Iwan Surjadi Handoko, dalam Instagram Live @ptkalbefarmatbk baru-baru ini.

Apa itu stunting?

Menurut dr. Iwan, stunting terjadi karena adanya kekurangan nutrisi yang berulang atau berkepanjangan. Stunting disebut dengan sindrom atau kumpulan gejala, bukan penyakit.

Penyebab utamanya, kata dr. Iwan, adalah malnutrisi atau kekurangan nutrisi. Malnutrisi bisa terjadi sejak dalam kandungan.

Malnutrisi Sejak Janin

Bagikan