Berita Terkini
Nasional

Pelatihan USG Metode Blended Learning, Bantu Turunkan AKI-AKB

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 3 September 2022 20:17 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Pelatihan USG Metode Blended Learning, Bantu Turunkan AKI-AKB
Ilustrasi peningkatan keterampilan USG Obstetri terbatas di kalangan Dokter Umum sebagai bagian dari upaya menekan umlah kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) yang menjadi sasaran pokok PRJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2025. (Istimewa

Publiksatu – 23 Dokter umum PT KAI dari berbagai kota di Indonesia mengikuti pelatihan USG (Ultrasonografi) Obstetri terbatas untuk dokter umum. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Tamarin Jakarta Pusat pada tanggal 27-28 Agustus 2022.

Dikutip dari jawapos.com, dokter-dokter tersebut tergabung dalam Komunitas Sonoclub, yakni komunitas dokter-dokter yang antusias memperdalam keterampilan USG untuk praktek sehari-hari.

Ketua komunitas Sonoclub, dr. Akbar Fahmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini didorong masih tingginya jumlah kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) yang menjadi sasaran pokok PRJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2025.

Peningkatan keterampilan USG Obstetri terbatas di kalangan Dokter Umum diharapkan dapat berperan serta dalam peningkatan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dalam upaya penurunan AKI dan AKB.

Peningkatan peran FKTP diperkirakan dapat menurunkan AKI sampai 80 persen disertai dengan sistem rujukan yang efektif.

Pelatihan USG obstetri terbatas bagi dokter umum ini dilakukan dengan metode Blended Learning, yaitu gabungan antara metode pembelajaran online dan offline.

Teknisnya, Dokter Umum diberikan pelatihan secara offline (Hands-on) selama 1-2 hari bagaimana melakukan prosedur USG dengan baik dan benar, selanjutnya pendampingan dilakukan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) secara online sekembalinya dokter tersebut ke daerah masing-masing.

Bagikan