Jumlah Pernikahan Warga Singapura Meningkat
Bagikan

Publiksatu – Populasi Singapura akhirnya meningkat 3,4 persen setelah dua tahun menurun. Faktor penurunan populasi karena kaum milenial di Singapura sebelumnya menolak menikah dan punya anak.
Hanya saja, kini jumlah pernikahan warga naik 20,6 persen, sementara tingkat kesuburan penduduk sedikit pulih dari titik terendah dalam sejarah. Total populasi Singapura tumbuh sebesar 3,4 persen menjadi 5,64 juta pada Juni 2022. Ini setelah dua tahun berturut-turut mengalami penurunan berdasar laporan tahunan dari Divisi Kependudukan dan Bakat Nasional.
Meski ada pertumbuhan, total populasi di Singapura tetap sedikit lebih rendah dari tingkat sebelum pandemi sebesar 5,7 juta per Juni 2019. Total laju pertumbuhan penduduk selama lima tahun terakhir, dari 2017 hingga 2022, lebih lambat dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya.
Tidak termasuk efek Covid-19 dari Juni 2019 hingga Juni 2021, tingkat pertumbuhan tahunan gabungan untuk total populasi antara Juni 2017 dan Juni 2019 adalah 0,8 persen. Ini sudah lebih rendah dari tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 1,1 persen antara Juni 2012 dan Juni 2017.
Populasi penduduk Singapura yang terdiri dari warga negara dan penduduk tetap, berjumlah 4,07 juta, meningkat dari 3,99 juta pada Juni 2021. Terdapat 1,56 juta bukan penduduk per Juni.
Peningkatan populasi penduduk tersebut terutama disebabkan oleh pelonggaran pembatasan perjalanan Covid-19, karena semakin banyak penduduk yang sebelumnya menetap di luar negeri secara terus menerus selama 12 bulan atau lebih kembali ke Singapura. Populasi warga meningkat 1,6 persen dari 3,5 juta pada Juni 2021 menjadi 3,55 juta pada Juni tahun ini.
Populasi non-penduduk tumbuh sebesar 6,6 persen dari Juni tahun lalu terutama karena pemulihan tingkat pekerjaan asing di Singapura setelah pelonggaran pembatasan perjalanan. Akan tetapi, tetap di bawah tingkat sebelum pandemi yakni 1,68 juta pada Juni 2019.