Berita Terkini
Nasional

Katapayi Sulaa, Kuliner Kampung yang Merangsek ke Belgia

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 5 Oktober 2022 01:14 WIB · 2 menit baca
Katapayi Sulaa, Kuliner Kampung yang Merangsek ke Belgia
Kepala Produksi Koperasi Katapayi Sulaa, Linda Paliran menunjukkan produk ikan asap yang baru setengah kemasan. Sampel ikan asap Katapayi Sulaa diklaim sudah masuk ke negara Belgia. (Foto Texandi)

Katapayi Sulaa kini tidak cuma dikonsumsi penduduk Kota Baubau. Kuliner kampung berbahan dasar ikan Cakalang atau Tuna segar itu berpotensi merangsek ke pasar luar negeri.

Laporan: Texandi/Baubau

PINTU bangunan permanen sederhana itu tampak masih terbuka di sore hari 26 September 2022. Tetapi, di dalam tidak ada aktivitas apapun. Hanya baliho etalase dan baliho bertuliskan alur produksi.

Ya, gedung mini itu merupakan rumah produksi. Sebuah tempat usaha yang khusus memproduksi Katapayi alias ikan asap. Posisinya berada di area kompleks perumahan wilayah Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari. Kegiatan biasa dimulai pagi sekira 06.30 Wita, tapi belum reguler seperti pabrik besar.

Usaha kuliner tradisional tersebut dirintis pada tahun 2016 silam. Mulanya berbentuk katering yang melayani hajatan orang-orang. Pelopornya 10 perempuan berstatus susah ekonomi. Industri rumahan itu sempat bertahan tiga tahun.

Bisnis jasa boga itu terpaksa vakum sesaat akibat dihantam pandemi Covid-19. Untung saja ada NSLIC ( National Support for Local Investment Climates )-sebuah program kerja sama antara Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia dan pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC).

"Karena pandemi tahun 2019 sehingga kita tidak kegiatan lagi. Tidak lama NSLIC membina kami. Kemudian kita membentuk koperasi dan beralih (fokus) mengelola ikan asap. Sekarang koperasi usaha beranggotakan 32 orang," kata Kepala Produksi Koperasi Katapayi Sulaa, Linda Paliran.