Berita Terkini
Olahraga

Komisi X DPR Minta Presiden Tindaklanjuti Rekomendasi TGIPF Kanjuruhan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 19 Oktober 2022 02:37 WIB · 2 menit baca
Komisi X DPR Minta Presiden Tindaklanjuti Rekomendasi TGIPF Kanjuruhan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf (Dok. Hendra Eka/Jawa Pos)

Publiksatu – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) menindaklanjuti rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan. Dia mengungkapkan, ketika rekomendasi diberikan kepada presiden, maka presiden lah yang seharusnya melanjutkan keputusan itu melalui kebijakan, sebagai hak prerogatif presiden.

“Jadi bagi saya di DPR ya ini harus dilaksanakan, jangan sampai temuan TGIPF ini hanya berupa paper works saja yang kemudian tidak ada lanjutannya,” kata Dede Yusuf kepada wartawan, Selasa (18/10) seperti dikutip dari jawapos.com.

Dia mengatakan dari pihak kepolisian, TNI, hingga PT LIB selaku pengelola liga sudah ditemukan yang bersalah dan menjadi tersangka. Menurut Dede, kini tinggal dari PSSI yang bertanggung jawab.

Legislator Partai Demokrat ini pun mengatakan, jikalau hasil daripada temuan tersebut adalah agar Ketum PSSI dan para Exco mundur, maka hal itu perlu dilakukan.

“Nah yang belum kan pimpinan paling atas, pihak paling atas ini kan adalah pimpinan cabang olahraga yaitu PSSI. Kalau temuannya sudah dikatakan oleh Pak Mahfud MD bahwa ini adalah (Ketum) PSSI harusnya mundur, ya menurut saya karena ini bencana kemanusiaan ya semua harus tanggung jawab. Namanya adalah tanggung renteng tanggung jawab,” tegas Dede.

Ia pun menegaskan, Presiden Jokowi bisa memutuskan untuk memecat Iwan Bule dari Ketum PSSI dan jajarannya. Menurutnya, Jokowi tinggal berbicara dengan FIFA untuk mengganti para pengurus PSSI yang dianggap bertanggung jawab dalam Tragedi Kanjuruhan.

“Pimpinan tertinggi di Indonesia itu namanya presiden bukan FIFA. Ketika presiden bisa berbicara kepada FIFA untuk tidak memberikan sanksi, presiden pun bisa bicara kepada FIFA agar PSSI ini sebaiknya diganti,” ujarnya.