Berita Terkini
Olahraga

PSSI Diminta Mematuhi Rekomendasi TGIPF

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 26 Oktober 2022 18:03 WIB · 2 menit baca
PSSI Diminta Mematuhi Rekomendasi TGIPF
Para pemain Madura United berlatih di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Publiksatu - Kompetisi Liga 1 sudah terhenti selama 25 hari sejak tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober lalu. Sampai kemarin, belum ada kepastian dari PSSI kapan kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu kembali digelar.

Meski, ada rencana Liga 1 akan kembali diputar pada 25 November. Tapi, melihat dinamika sepak bola Indonesia saat ini, rencana tersebut bisa saja meleset.

Karena itu, manajemen Madura United merasa perlu berbicara dengan para pemain, tim pelatih, serta sponsor mengenai hak dan kewajiban di tengah situasi yang tidak menentu seperti sekarang.

”Ketidakjelasan kompetisi membuat pemain dan sponsor mengalami kekhawatiran. Karena itu, dalam lima hari ini, kami mengajak bicara para pemain, pelatih, dan sponsor untuk mendiskusikan sejumlah skenario agar mereka memiliki kepastian hukum atas hak dan kewajiban,” ujar Direktur Utama PT PBMB Zia Ul Haq lewat keterangan tertulis seperti dikutip dari jawapos.com.

Skenario tersebut disepakati dan ditulis ke dalam adendum perjanjian kerja sama. Zia tidak memerinci apa saja detail adendum tersebut.

”Yang jelas, alhamdulillah, semua pemain setuju. Pelatih tidak keberatan. Dan, sponsor memahami,” ungkapnya.

Zia menambahkan, manajemen Laskar Sape Kerrap –julukan Madura United– ingin membuat kenyamanan untuk skuadnya. Juga, memberikan kenyamanan kepada para sponsor yang mendukung perjuangan tim musim ini. Musim ini, ada empat logo sponsor yang menempel di jersey Madura United. Yakni, Pojur, XTen, Oxygen, dan Kanafurniture.