Cegah Stunting hingga Kurang Gizi dengan ASI dan Tablet Tambah Darah

Publiksatu – Orang tua wajib memerhatikan status gizi anak. Pastikan anak tumbuh kembang dengan ceria, sehat, dan cerdas dengan tinggi badan dan berat badan yang ideal. Gizi juga menjadi intervensi utama untuk mencegah stunting.
Dikutip dari jawapos.com, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI Widyawati mengatakan sebagai salah satu masalah kesehatan nasional, stunting perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta hingga tingkat keluarga. Diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.
“Fokus pada penurunan stunting, termasuk perbaikan fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, serta dukungan gizi,” jelas Widyawati kepada wartawan secara virtual, baru-baru ini.
Mulai dari semua sekolah dan pesantren setingkat SMP dan SMA melaksanakan aksi bergizi, ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali. Posyandu mampu melakukan pemantauan pertumbuhan setiap bulan, semua kader dari kemenkes mampu mendeteksi balita dengan perlambatan pertumbuhan.
Kiat lainnya adalah kampanye ABCDE. Apa itu? “Intervensi Kementerian Kesehatan difokuskan untuk mencegah stunting pada pesan tematik ABCDE,” jelas Widyawati.
A, antara lain Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri seminggu sekali dan ibu hamil setiap hari minimal 90 tablet selama kehamilan. B, Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali. C, Cukupi konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia diatas 6 bulan. D, Datang ke posyandu setiap bulan untuk pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan. Dan E, ekskusif ASI 6 bulan dilanjutkan hingga usia 2 tahun.
Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan dalam memerangi stunting di Indonesia, salah satunya adalah dengan kampanye Nutrition for Zero Hunger. Harapannya dapat mendorong terciptanya generasi penerus bangsa yang lebih sehat.