Nasib Arema FC Pasca Mundurnya Presiden Klub, Gilang Widya Pramana

Publiksatu - Misi Gilang Widya Pramana menjadikan Arema FC lebih baik dipastikan terhenti. Rencana tiga tahunnya hanya bisa berjalan satu setengah tahun saja.
Itu setelah pengusaha muda asal Probolinggo tersebut resmi meletakkan jabatannya sebagai Presiden Arema FC kemarin siang (29/10). Dia mundur dari jabatan yang mulai diemban sejak 6 Juli 2021.
Saat menyampaikan keputusan itu di depan awak media, tampak dia berusaha menahan air mata. Suami dari Shandy Purnamasari tersebut memastikan kalau keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang. Dia juga menampik anggapan keputusan itu disebabkan faktor internal atau eksternal klub.
“Tidak ada tekanan atau pressure dari pihak mana pun. Ini murni sebagai tanggung jawab moral saya,” kata dia seperti dikutip dari jawapos.com.
Gilang mengakui ada trauma yang mendalam akibat tragedi Kanjuruhan. Momen itu benar-benar membuat hatinya hancur. Upaya untuk menguatkan mental sudah dia lakukan. Namun belum membuahkan hasil. Pasca tragedi sampai sekarang, dia mengaku sering susah tidur karena terpikir nasib keluarga korban.
Dalam kesempatan kemarin, Gilang juga mengatakan keputusannya mundur tidak ada hubungannya dengan proses hukum yang sebelumnya dia jalani. Tepatnya saat dia menjadi saksi di Polda Jatim.
“Tidak kaitannya dengan pemeriksaan. Ke depan saya tetap siap dan akan kooperatif jika dipanggil ke Polda lagi,” tambahnya.