Berita Terkini
Olahraga

Stadion Tak Perlu Harus Standar FIFA, Yang Penting Ada Perubahan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 5 November 2022 20:07 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Stadion Tak Perlu Harus Standar FIFA, Yang Penting Ada Perubahan
BANGUN ULANG: Suasana Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, satu bulan setelah tragedi yang menewaskan 135 orang (30/10). (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Hanya ada tiga stadion di Indonesia yang memenuhi standar FIFA. Karena itu, diperlukan jalan tengah: mengubah sistem penyelenggaraan pertandingan dengan memperhatikan benar manajemen mitigasi. Mulai membatasi penonton sampai mengatur waktu pertandingan disesuaikan dengan tensi laga.

—

DI Stadion Marora, Anda bahkan bisa memarkir sepeda motor ke dalam kandang Perseru Serui. Pilihan lain: memilih memanjat pohon yang lebih tinggi daripada tembok pembatas stadion setinggi 2,5 meter.

Liga 1, strata teratas kompetisi sepak bola di tanah air, untuk kali pertama dihelat pada waktu itu: 2017. Otomatis semangat penyelenggaranya, PT Liga Indonesia Baru, tengah membubung.

Tapi, Jawa Pos ada di sana ketika itu dan menyaksikan langsung betapa memprihatinkannya kondisi stadion di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, tersebut. Mulai kualitas rumput sampai rusaknya bench. Belum lagi kecilnya bus penjemput hingga sulitnya akses ke Serui.

Jadi, bagaimana bisa Marora lolos verifikasi stadion untuk tim strata teratas ketika itu? Kalau mau jujur, pertanyaan serupa sebenarnya bisa disodorkan kepada operator liga sejak verifikasi mulai dilakukan di era Indonesia Super League pada 2008. Sebab, dari musim ke musim selalu saja ada (atau bahkan banyak) stadion yang tidak layak digunakan untuk kandang klub strata teratas.

Termasuk di Liga 1 musim ini. Tragedi Kanjuruhan menunjukkan ternyata stadion di Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu kali terakhir diverifikasi pada 2020.

Bagikan