Berita Terkini
Internasional

Sejumlah Sejarah Tercipta, India Bakal Pimpin Presidensi G20 Tahun Depan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 17 November 2022 05:24 WIB · 2 menit baca
Sejumlah Sejarah Tercipta, India Bakal Pimpin Presidensi G20 Tahun Depan
KTT G20 di Bali resmi berakhir, Rabu (16/11). Presiden Jokowi menyerahkan estafet presidensi G20 ke India yang akan menjadi presidensi selanjutnya. (ANTARA)

Publiksatu – KTT G20 di Bali resmi berakhir, Rabu (16/11). Presiden Jokowi menyerahkan estafet presidensi G20 ke India yang akan menjadi presidensi selanjutnya.

Dikutip dari jawapos.com, selama pelaksanaan G20 di Bali, sejumlah sejarah tercipta. Dimulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang tak hadir dalam ajang penting itu, kehadiran Presiden Ukraina Zelenksy melalui virtual, hingga terciptanya hubungan mesra Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden.

“Dengan ini saya nyatakan KTT G20 di Bali Indonesia ditutup,” ujar Jokowi menutup rangkaian KTT yang berlangsung di Hotel The Apurva Kempinski, Bali, Rabu (16/11) seperti keterangan resmi Sekretariat Kabinet (Setkab).

Selanjutnya, Jokowi secara resmi menyerahkan tongkat presidensi G20 kepada India selaku pemegang presidensi G20 selanjutnya. Jokowi meyakini, di bawah kepemimpinan India G20 akan terus bergerak ke depan untuk mewujudkan pemulihan global serta pertumbuhan yang kuat dan inklusif.

“Sebagai sahabat India dan sebagai bagian dari troika tahun depan Indonesia siap mendukung kesuksesan presidensi G20 India, dan saya juga meminta kepada semua pimpinan yang hadir untuk mendukung India tahun depan,” ujarnya.

Selama dua hari KTT di Bali, Presiden Jokowi bersama para pemimpin G20, organisasi internasional, dan tamu undangan lainnya telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan. Pada hari pertama, Jokowi mengawali kegiatan dengan menyambut kedatangan para peserta KTT G20 di Hotel The Apurva Kempinski. Selanjutnya, Presiden Jokowi secara resmi membuka KTT G20 dilanjutkan dengan Sesi I yang membahas mengenai kondisi ekonomi global, ketahanan pangan, dan energi.

Kemudian para pemimpin diajak untuk melakukan jamuan santap siang. Pada jamuan tersebut, Presiden mempersilakan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino untuk menyampaikan sambutan.