Dinkes Baubau Ingatkan Ancaman DBD
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mengingatkan warga agar waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti itu sudah 33 kasus terjadi selama Januari-Maret tahun 2023.
"Cuaca yang tidak menentu jadi salah satu penyebab timbulnya penampungan air dan berpeluang besar menjadi tempat perindukan nyamuk," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Baubau, Lili Yusrina.
Sementara 2022 lalu, ujar dia, pihaknya mencatat sebanyak 123 kasus DBD menyerang manusia. Pun, korbannya tidak mengenal usia. Anak-anak, dewasa, maupun orang tua ikut terjangkit penyakit itu.
"Kita berharap kasus DBD ini tidak meningkat lagi. Olehnya itu, perlu juga upaya masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pembasmian sarang nyamuk di sekeliling rumah dengan cara 3M yaitu Menutup tempat penampungan air, Menguras tempat penampungan air seminggu sekali, dan Mengubur atau Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan," tuturnya.
Penderita DBD, jelas dia, memiliki ciri-ciri antara lain dinyatakan positif DB, penurunan trombosit di bawah 100.000, peningkatan hematokrit, serta DSS yang ditandai dengan kebocoran plasma, demam tinggi, dan kaki bersuhu dingin. Virus penyakit itu akan semakin berbahaya pada hari keempat hingga keenam.
"Jika ada anggota keluarga mengalami demam segera diberikan obat penurun panas. Namun jika dalam kurun 1-2 hari demam tidak kunjung turun, saya sarankan anggota keluarga tersebut langsung dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan," pungkas Lili.
Peliput: SuariRedaktur: Texandi