Ada Insiden Gebrak Meja di Pertemuan Tim 8, Kader Demokrat Bilang Pelakunya Surya Paloh

PUBLIKSATU, JAKARTA — Anies Baswedan mengungkapkan ada insiden gebrak meja saaat pertemua tim 8. Tim yang dibentuk berisikan kader Nasdem, Demokrat, PKS dan orang terdekat Anies.
Anies mengungkapkan, hal itu bermula saat utusan Demomrat dan Nasdem silang pendapat. Demokrat mendesak Anies mengumumkan Cawapres, sementara Nasdem menolak.
Itu disampaikan Anies saat menghadiri Mata Najwa Ekslusif Blak-Blakan Anies-Muhaimin yang tayang Senin malam, 4 September 2023.
Baca Juga: Demokrat Ternyata Sempat Ancam Keluar Koalisi Jika Tak Segera Deklarasi, Anies Pasrah Tak Dapat Tiket
Hal tersebut kemudian disorot kader Demokrat, Cipta Panca Laksana. Menurutnya, apa yang disampaikan Anies tidak lengkap. Karena tidak menyebut nama orang yang menggebrak meja.
Pernyataan yang tidak lengkap itu menurutnya bisa membuat orang berspekulasi liar.
“Karena Anies tidak menjelaskan siapa yang gebrak meja, maka publik bisa menangkap bahwa bisa saja yang dia maksud perwakilan Demokrat yang gebrak meja memaksakan AHY sebagai Wapres,” kata Panca dikutip dari cuitannya di Twitter, Selasa (5/9/2023).
Karenanya, ia menyebut sosok yang menggebrak meja itu adalah SP. Inisial dari Surya Paloh, Ketua Umum Nasdem.
Perlu diluruskan yang gebrak meja adalah SP karena 'diserang' oleh Tim 8 untuk segera lakukan deklarasi. Jadi tidak benar hanya Demokrat yang memaksa segera deklarasi,” klaimnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Jawab Tudingan Sebagai Petugas Partai Surya Paloh
Sebelumnya, dalam program Mata Najwa, Anies mengatakan silang pendapat soal momen deklarasi Cawapres bermula saat Surya Paloh meminta Anies fokus melaksanakan ibadah haji dulu. Karena memang akan melakukan hal itu.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan pada Selasa malam antara Demokrat dengan Partai NasDem tidak menemukan titik terang. Sehingga mereka sampai berdebat hebat dan bahkan sampai gebrak meja saat pertemuan tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD: Pemanggilan Cak Imin Bukan Politisasi Hukum, Permintaan Keterangan Biasa
“Di Tim 8 utusan Demokrat dan utusan NasDem terjadi perbedaan pandangan yang sangat keras, bahkan sampai gebrak meja di situ. Apa perbedaannya? perbedaannya begini, Demokrat mengingatkan deklarasi tetap dan segera, NasDem inginkan ditetapkan nanti sambil menunggu-menunggu apa, siapa tahu ada opsi lain,” ungkapnya.
“Tapi kalau ditanya opsinya apa juga tidak bisa jawab, tinggal tunggu saja. Siapa tahu ada opsi bilangnya, enggak tahu kenapa harus buru-buru ya ada perbedaan itu kemudian tidak ditemukan,” tambahnya. (Arya/Fajar)