Alifurrahman Diminta Take Down Video hingga Diancam Karena Sebarkan Isu Capres Tampar Wamen
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA- Sosok konten kreator bernama Alifurrahman yang mengabarkan soal Calon Presiden (Capres), menampar Wakil Menteri (Wamen).
Akibat isu tcapres menampar Wamen tersebut, Alifurrahman mengaku diancam dan diminta oleh banyak pihak untuk menghapus video tersebut.
Sebelumnya, kabar kurang sedap ini berawal dari sebuah konten yang berjudul “Alifurrahman: ADA CAPRES NAMPAR WAMEN DI RUANG RAPAT?” di kanal YouTube Seword TV.
Baca Juga: KPK Periksa Istri dan Mertua Andhi Pramono Usut Gratifikasi dan TPPU
Alifurrahman mengatakan dirinya dihubungi sejumlah pihak untuk menghapus konten yang ia buat. Namun, ia belum mau memberikan tanggapan.
“Kalo yang minta pihak anonim, ga saya tanggapi. Kalau pihak tertentu ya saya cek maunya seperti apa,” kata Alifurrahman, dikutip dari Fajar pada Selasa (19/9).
Diakui, Alifurrahman pihak yang meminta video itu dihapus merupakan sosok anonim.
Baca Juga: Prabowo Sikapi Hoax Dirinya Mencekik Wamentan Dengan Kepala Dingin
“Hanya anonim,” ujarnya.
Tak hanya diminta take down atau menghapus video, ia juga mengaku diancam gegara video tersebut.
“Ada (ancaman). Tapi ga perlu saya ceritakan,” akunya.
Dalam video yang beredar, Alifurrahman mengatakan bahwa ada Capres yang menampar Wamen jelang rapat.
Capres tersebut diduga adalah Prabowo Subianto karena hanya dia yang sekarang menjabat sebagai menteri.
Meski demikian, Alifurrahman tidak ingin membocorkan sosok capres yang ia maksud tersebut.
“Dari saya capres saja lah,” terangnya.
Sementara itu, spekulasi yang muncul soal sosok Wamen yang ditampar diduga adalah Wamen Pertanian Harvick Hasnul Qolbi.
Namun, dugaan tersebut dibantah oleh Arief Cahyono, Ketua Kelompok Substansi Pemberitaan dan Strakom, Setjen Kementan.
Alifurrahman juga enggan memberi tahu soal Wamen yang dia maksud itu. Ia hanya mengatakan belum ada Wamen yang bersuara terkait kabar yang ia siarkan.
“Gini, sampai sekarang belum ada wamen yang berkomentar,” ucapnya.
“Perlu dipahami, ditampar itu bukan sesuatu yang membanggakan. Jadi saya simpan saja. Kecuali nanti ada yang cerita lagi,” tandasnya.