Pengamat Sebut Yusril jika Jadi Cawapres, Dapat Mengangkat Suara Prabowo
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA- Sosok pendamping untuk Bacapres Prabowo Subianto masih menjadi misteri. Sejumlah nama pun muncul menjadi kandidat, salah satunya Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.
PBB adalah salah satu partai yang sudah mendeklarasikan diri mendukung Prabowo. Selain itu ada partai lain yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra itu, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Prima.
Dalam berbagai kesempatan, saat ditanya siapa yang akan mendampinginya menjadi wakil presiden, Prabowo selalu menjawab akan membahasnya dengan partai pengusung dan juga Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Sebanyak 22,4% Pemilih PKB Mulai Bermigrasi ke Anies
Selain Yusril, nama-nama lain yang muncul yakni Airlangga Hartarto, Erick Thohir hingga Muhadjir Effendy.
Pengamat dari Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengingatkan Prabowo untuk memilih pendampingnya sebagai bakal calon wakil presiden dengan teliti. Sosok tersebut harus melengkapi kekurangan di diri capres.
"Jika merujuk Pilpres 2019 lalu, dari segi representasi wilayah maupun elektoral, juga logistik, Prabowo memiliki kebutuhan suara di Jawa Tengah dan Timur," ujar Bawono.
Untuk menutupi kekurangan suara tersebut, kata Bawono, Yusril dan Muhadjir Effendy bisa menarik suara dari kalangan umat islam.
Baca Juga: Tuk Mengukur Kekuatan Bacapres di KTI, Unhas Gelar Dialog Kebangsaan
Pernyataan senada juga diungkapkan pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Cecep Darmawan. Menurutnya, Yusril memiliki peluang untuk mendampingi calon Presiden Prabowo Subianto.
Figur Yusril yang moderat dan representasi kaum perkotaan menjadi faktor utama untuk mengangkat suara dari Prabowo.
"Yusril mewakili kaum perkotaan dan (Islam) moderat. Hal ini sangat memungkinkan Yusril mendampingi dan memperkuat Prabowo," kata Guru Besar UPI Bandung tersebut.
Secara substansial, Cecep menilai sosok bakal calon wakil presiden (cawapres) harusnya dapat menjadi penguat elektabilitas calon presiden. Menurutnya, tim sukses dari seluruh calon presiden harus menghitung secara matang kapasitas dan value dari bakal cawapres yang dibidik.