PDIP Usung Tema Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat di Rakernas ke IV

PUBLIKSATU, GORONTALO- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebarkan semangat mencintai bumi dan lingkungan, serta gerakan memperkuat kedaulatan pangan dan harkat hidup petani sesuai tema rakernas PDIP IV yang akan digelar pada akhir bulan ini. Hasto mengobarkan semangat itu melalui pantun.
Semangat itu dikobarkan oleh Hasto saat membuka rapat kerja daerah DPD PDIP Provinsi Gorontalo pada Jumat (22/9).
Baca Juga: Ayah Ojak Sebut Ayu Ting Ting Artis Sejak Kecil, Alamat Palsu yang Antar Jadi Sukses
"Datang ke Gorontalo maka ikan tuna, duduk di bibir pantai indah mempesona. Kader PDI Perjuangan di sini harus bijaksana, memenangkan pemilu dengan militan dan semangat bergelora,” kata Hasto.
Pantun kedua Hasto, lebih spesifik menyangkut isu lingkungan hidup. Awalnya, ia mengaku melihat dari pesawat sebelum mendarat di Gorontalo, bagaimana daratannya terasa kering.
Padahal Ketua Umum Megawati Soekarnoputri adalah sosok yang mencintai tanaman dan mencintai kehidupan dengan merawat pohon yang menjadi kultur PDI Perjuangan. Maka PDIP menggelorakan Gerakan Merawat Pertiwi dengan kegiatan membersihkan sungai agar bebas dari sampah, serta merawat mata air.
“Maka ini harus menjadi kehidupan kita. Tadi saya dapat cerita bahwa di sini Danau Limboto, juga menunjukkan adanya pendangkalan akibat kekeringan karena di hulunya pohon-pohon ditebang,” urai Hasto.
Baca Juga: Koalisi Perubahan untuk Persatuan Resmikan Badan Pekerja Anies-Imin
Maka sebagai kader PDIP yang digelorakan semangat merawat pertiwi, menjaga lingkungan hidup harus menjadi nafas kehidupan. Ia pun membuat pantun mengenai hal itu.
“Di sini ada Danau Limboto, penuh derita kering dan nampak loyo, tanamlah pohon dengan penuh dedikasi bagi menyulam karawo, Rawatlah Pertiwi di Bumi Gorontalo,” ucap Hasto yang disambut tepuk tangan ratusan kader yang hadir.
Selain itu, Hasto mengingatkan kader PDIP tentang tema Rakernas IV pada 29 September-1 Oktober mendatang, yakni 'Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat', dengan sub temanya 'Pangan sebagai supremasi kepemimpinan negara bagi dunia.
Hasto menjelaskan, tema itu menjadi krusial karena dilakukan di tengah-tengah kontestasi pilpres, dimana pihak lain hanya berorientasi pada figur, capres-cawapres. Tetapi, PDIP ingin menunjukkan sosok Ganjar Pranowo yang maju dengan narasi yang menempatkan pangan sebagai hal yang berkaitan dengan mati hidupnya negeri.
Dalam rakernas itu, akan dihadirkan 4.000 petani, yang memberikan penghidupan dengan menyediakan makanan untuk rakyat.
“PDI Perjuangan membangun narasi keberpihakan bagi petani. Petani harus kita tempatkan dalam struktur yang teratas sebagai pusat pengorganisasian kita untuk diperkuat,” ujar Hasto.
Lanjutnya, PDIP memperkuat petani dengan teknologi terapan dari hulu ke hilir, dengan teknologi on farm off farm, dengan berbagai sarana produksi termasuk mengatasi berbagai persoalan terkait dengan pupuk.
“Agar ke depan profesi petani tidak dianggap hanya sebagai profesi yang bersentuhan dengan lumpur. PDI Perjuangan menunjukkan komitmen keberpihakan bagi petani,” ujar Hasto.
“Ketika saya pamit pada Bu Megawati Soekarnoputri akan datang ke Gorontalo, Beliau menitipkan salam dan menyatakan ‘percayalah selama kita bergerak dengan tulus, kita bergerak dengan penuh dedikasi memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat, maka rakyat pun pasti akan membalas. Kita menangis dan tertawa bersama rakyat,” pungkasnya.