Soal Isu Duet Prabowo, Capres Usungan PDIP Akui Tak Bisa Ditawar
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA– Sampai saat ini beredar banyak isu tentang pasangan Prabowo-Ganjar yang akan maju pada Pilpres 2024 mendatang.
Sebelum pihak PDI Perjuangan dan Koalisi Indonesia Maju mengumumkan Cawapresnya masing-masing, maka isu pasangan Prabowo-Ganjar akan terus terdengar.
Mengenai hal itu, Ganjar Pranowo turut menanggapi soal dirinya duet bersama Prabowo dengan formasi Prabowo-Ganjar pada Jumat (22/9) di Youtube Merry Riana.
Baca Juga: Profil Anggota Tim BAJA AMIN, Pemenangan Anies Baswedan
Awalnya Merry Riana bertanya tentang kemungkinan Ganjar Pranowo dipasangkan dengan Prabowo Subianto.
“Belakangan ini kan ada usaha-usaha untuk menduetkan Pak Ganjar dengan Pak Prabowo. Apakah kemungkinan itu masih terbuka atau itu tidak ada kemungkinan?” tanya Merry.
Mantan anggota DPR itu menjawab dengan memberikan perumpamaan, bahwa sebelum janur melengkung, apa saja bisa terjadi.
“Dari semua nama yang tadi Mbak Merry sebutkan, sebenarnya dalam ilmu politik itu ilmu kemungkinan. Jadi semua nama yang diberikan itu, semuanya mungkin,” jawab Ganjar.
Nama-nama yang dimaksud Ganjur itu adalah Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Mahfud MD, Ridwan Kamil, termasuk Prabowo Subianto.
Berkaitan dengan isu duet Ganjar-Prabowo, mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan bahwa itu sangat mungkin.
Baca Juga: Rektor Unitomo Sebut Ganjar Pengalaman Bereskan Persoalan Rakyat
Menurutnya, yang paling penting adalah, setiap anggota partai tidak boleh membenci partai lainnya, karena boleh jadi suatu saat justru bisa menjadi kawan koalisi.
Namun ketika formasi duetnya diubah dari Ganjar-Prabowo menjadi Prabowo-Ganjar, maka Capres usungan PDI Perjuangan itu mengubah statement awalnya tentang semuanya mungkin saja terjadi.
“Mana kemungkinan yang lebih besar kalau gitu, apakah Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar?” tanya tuan rumah Podcast.
Ganjar mengatakan, kalau masalah dirinya yang menjadi Capres itu sudah bulat dan tidak bisa lagi ditawar.
“Kalau tokohnya bisa dengan siapapun. Tapi kalau dari kami, PDI Perjuangan, PPP, Perindo, Hanura, itu sudah pasti Capresnya namanya Ganjar, skema itu tidak berubah” jawabnya.***