Bertandang Banyuwangi, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Disambut Ribuan Santri
Bagikan

PUBLIKSATU, BANYUWANGI- Pasangan bacapres-bacawapres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bertandang ke Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (28/9). Sejak tiba dari Bandara Banyuwangi, Blimbingsari, keduanya sudah disambut ibu-ibu yang mengatasnamakan MANIS (Emak-emak Anies).
Ibu-ibu itu tampak mengenakan pakaian hitam dengan kerudung pink. Sementara itu, massa dari simpatisan PKB dengan pakaian hijau-hijau juga tampak berkerumun dan menyanyikan selawat badar, menyambut Anies dan Cak Imin.
Baca Juga: Jadwal Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2022, Indonesia Jumpa Lawan Berat
Saat tiba di kerumunan itu, ibu-ibu langsung menyerbu untuk meminta foto. Tak lama, keduanya langsung menaiki mobil dan langsung menuju destinasi pertama di Banyuwangi, yaitu Pondok Pesantren Darussalam Blokagung.
Tiba sekitar pukul 09.33 WIB, kedatangan Anies dan Cak Imin sejak sebelum ke pondok itu sudah disambut dengan teriakan ratusan santriwati yang berjejer sepanjang jalan sambil melambai-lambaikan tangan. Ada yang membawa bendera merah-putih dan peluit. Mereka berteriak meminta atensi.
Baca Juga: Partai Bulan Bintang Gelar Bimtek Pendalaman Tugas Anggota DPRD
Masuk ke bagian dalam pondok pesantren, giliran santri laki-laki yang berjejer. Tak seperti santriwati, mereka hanya melambai-lambaikan tangan dengan bendera merah putih.
Dengan baju koko putih, celana katun, dan kopiah, Anies maupun Cak Imin terlihat mengalungkan sarung berwarna merah lehernya. Tak lama, keduanya langsung dikerubuti santri-santri yang hendak menyalaminya.
Disambut kyai-kyai Pondok Pesantren Darussalam, bacapres dan bacawapres yang hendak mendaftar pertama ke KPU itu langsung mengarah ke makam empat tetua pondok tersebut. Dipimpin seorang kyai, keduanya berdoa dalam ziarah tersebut.
Kini, ribuan peserta sudah duduk rapi memenuhi sudut-sudut pondok pesantren Darussalam. Dari mulai di masjid hingga di lapangan sudah penuh dengan manusia dalam agenda "Pertemuan dengan Kyai dan Nyai se-Banyuwangi" itu.
Suara genderang tabuh tak berhenti bersuara. Selawat juga terus-menerus dilantunkan para peserta kegiatan ini.