Yusril Ihza Mahendra Diklaim Tokoh Islam yang Diterima Kalangan NU dan Muhammadiyah

PUBLIKSATU, - Partai Bulan Bintang (PBB) adalah salah satu parpol yang berada di Koalisi Indonesia Maju (KIM). Sejauh ini figur kandidat yang bakal mendampingi bacapres Prabowo Subianto belum kunjung terungkap. Namun, semua parpol di KIM sama-sama memiliki kesempatan menyodorkan nama untuk bacawapres yang mendampingi Prabowo Subianto.
Dari PBB sudah menyodorkan ketua umumnya Yusril Ihza Mahendra sebagai salah satu pilihan bagi Prabowo Subianto mendampingi di Pilpres 2024. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Afriansyah Noor mengklaim bahwa Yusril Ihza Mahendra merupakan tokoh Islam yang dapat diterima di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan kelompok Islam lainnya.
"Yusril memiliki hubungan baik dengan NU dan Muhammadiyah," beber "Afriansyah Noor kepada wartawan, Rabu (4/10).
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Anjlok 54 Poin
Dia bercerita, pada 1999, Yusril memberikan kesempatan kepada Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang merupakan Ketua Umum PBNU saat itu untuk menjadi Presiden Republik Indonesia.
Sikap ahli tata negara itu kini diapresiasi para kiai di Jawa Timur. Hal itu terungkap ketika Yusril mengunjungi pengasuh Pondok Pesantren Langitan, KH Ubaidillah Faqih di Babat, pada Minggu malam (10/9).
"Kiai Faqih sangat berterima kasih kepada Yusril yang rela mundur menjadi calon Presiden RI dalam Sidang MPR 1999 dan memberikan kesempatan kepada Gus Dur," klaim Afriansyah Noor.
Baca Juga: Emas Antam Hari Ini Naik Tipis Rp 1.000
Lebih lanjut Afriansyah menuturkan bahwa dari sisi Muhammadiyah Yusril pernah menjadi pengurus Muhammadiyah dan memiliki hubungan baik dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Salah satunya dengan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.
Syafii Maarif yang akrab disapa Buya Syafii merupakan salah satu penguji sidang doktoral Yusril ketika membahas Partai Masyumi.
Contoh lain hubungan baik Yusril dengan Muhammadiyah, yaitu mantan mensesneg itu pernah menjadi dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). "Mungkin Muhammadiyah atau NU khususnya, bisa memberikan yang terbaik untuk membantu dan memberikan kesempatan kepada Pak Yusril," ungkap Afriansyah.