Erick Thohir Lebih Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo Subianto
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA- Bursa calon pendamping Prabowo Subianto di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, semakin mengerucut. Sejumlah nama dari mulai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto; Menteri BUMN, Erick Thohir; hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dinilai layak menjadi pendamping Ketua Umum Gerindra sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres).
Lantas, siapa yang paling berpeluang? Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC) Rio Prayogo menilai, dari ketiga nama tersebut, Erick paling menjanjikan.
“Berdasarkan survei teranyar lembaga kami, Prabowo lebih menjanjikan bersama Erick Thohir, bukan bersama Khofifah apalagi Airlangga,” kata Rio saat dihubungi wartawan, Kamis (5/10).
Baca Juga: KPK Cegah Mentan SYL, Pejabat Kentan, Istri Sampai Cucunya Bepergian ke Luar Negeri
Rio mengatakan, dalam peta politik, bisa disebut, veruk suara Khofifah hanya berbasis di Jawa Timur (Jatim), sementara Erick kuat di Jatim, menjadi salah satu representasi Nahdlatul Ulama (NU), dan suaranya lebih merata di seluruh Indonesia, khususnya di luar Jawa dan tidak sebatas kalangan tertentu saja.
Ditambahkan Rio, Erick juga bisa merambah basis suara yang belum dimiliki Prabowo. Yakni generasi milenial, khususnya masyarakat sepakbola. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari keterlibatannya yang intensif dalam dunia sepakbola, di mana sebelumnya Erick Thohir pernah menjadi Presiden Inter Milan.
Sejak berkiprah sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick langsung menggebrak dengan sejumlah kebijakan dan langkah yang membawa perubahan positif. Fokusnya pada pembinaan usia dini layak diapresiasi, mengingat keberhasilannya mendorong Timnas Indonesia U-17 dalam Piala Dunia U-17 2023.
Baca Juga: Sekalipun Berasal dari PKB, Cak Imin Minta Pelaku Penganiayaan Dini Sera Afrianti Dihukum
"Ini semua memperkuat modal sosial dan kekuatannya sebagai tokoh berpengaruh. Erick juga menguatkan Prabowo dari narasi dan isu perbaikan ekonomi, karena memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi, saat ini menjadi Menteri BUMN dan Ketua masyarakat Ekonomi Syariah,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menilai, di banding dengan bakal cawapres lain, Erick memiliki modal sosial politik yang bisa memperkuat Cawapres baik dalam sukses pemenangan maupun dalam sukses kepemimpinan.
"Dalam sukses pemenangan, di samping ET (Erick Tohir) secara teritorial pasti bisa memperkuat kemenangan di luar Jawa. Sementara itu, ET bisa diterima di semua pihak dan strata sosial masyarakat," kata Igor.
"Sebutlah misalnya, Kelompok Milenial, kelompok Menengah, Agama dan bahkan kelompok strategis pemilih lainnya, seperti komunitas sepak bola yang sangat panatik, serta masyarakat ekonomi syariah di mana ET jadi Ketua Umum-nya. Itu bisa menjadi instrumen politik yang efektif, karena Umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia," ujarnya menambahkan.
Belum lagi, lanjut dia, rekam jejak Erick sebagai praktisi ekonomi profesional, menegaskan dia memahami masalah-masalah ekonomi, tidak hanya sekadar praktis tetapi juga visioner dalam menjawab tantangan bangsa ke depan.